Dubai Undur Peluncuran Vaksin Pfizer Akibat Pengiriman Tertunda

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 14:55 WIB
Dubai merupakan kawasan yang memiliki peradaban modern. Gemerlap kota Dubai di kala malam pun membuat kota ini jadi salah satu kota tak pernah tidur di dunia.
Ilustrasi Kota Dubai (Foto: Getty Images)
Dubai - Otoritas Dubai, Uni Emirat Arab mengatakan akan mengundur peluncuran vaksin virus Corona buatan Pfizer-BioNTech. Hal itu dilakukan menyusul tertundanya pengiriman vaksin global.

Dilansir dari AFP, Senin (25/1/2021), Dubai mulai melakukan inokulasi massal pada bulan Desember 2020 setelah memberikan persetujuan vaksin buatan perusahaan China, Sinopharm dan pembuat obat Amerika Serikat, Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech.

Menurut pejabat kesehatan, Uni Emirat Arab telah memvaksinasi lebih dari dua juta orang dari sekitar 10 juta populasinya - salah satu tingkat tertinggi di dunia.

Pada hari Sabtu (23/1), Otoritas Kesehatan Dubai (DHA) mengatakan akan mengurangi vaksinasi setelah Pfizer mengumumkan penundaan pengiriman pada pertengahan Januari. Penundaan ini akan terjadi hingga satu bulan karena proses pengerjaannya di pabrik Belgia.

"DHA sedang mengerjakan penjadwalan ulang dosis pertama vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech," katanya di Twitter.

"Produsen telah mengumumkan perluasan kapasitas produksi vaksin, yang untuk sementara mempengaruhi beberapa negara secara global," imbuhnya.

Ia menambahkan, semua yang dijadwalkan untuk pengambilan dosis kedua vaksin harus sesuai janji yang sudah disepakati.

Sementara sejumlah tujuan wisata lain menerapkan pembatasan ketat untuk mengendalikan pandemi, Dubai malah akan membuka kembali kunjungan wisatawan pada Juli mendatang. Kebijakan itu dilakukan ketika lonjakan kasus infeksi Corona di negara itu masih sangat tinggi.

Dubai sempat menghentikan kunjungan pada minggu lalu dan menangguhkan operasi non-esensial di rumah sakit setelah infeksi COVID-19 melonjak sejak Tahun Baru.

Selama akhir pekan, mereka mengeluarkan pedoman kesehatan yang lebih ketat, memangkas jumlah orang yang diizinkan melakukan pertemuan dari 200 orang menjadi 10 orang, dan meminta restoran dan kafe untuk menambah jarak antar meja dari dua meter menjadi tiga meter.

Pemakaian masker dan menjaga jarak masih diberlakukan. Restoran, hotel, dan mal besar tetap buka di Dubai, karena ekonominya sangat bergantung pada pariwisata.

Pada hari Sabtu (23/1), UEA mencatat 3.566 kasus COVID-19, jumlah ini merupakan yang tertinggi selama 12 hari berturut-turut. Sejauh ini tercatat sudah ada lebih dari 274.000 kasus infeksi Corona, termasuk 783 kematian di negara itu.

Tonton juga 'WHO: COVAX Sudah Sepakati Pembelian 40 Juta Vaksin Pfizer':

[Gambas:Video 20detik] (izt/ita)