UNICEF: Setengah Populasi Anak-anak di Suriah Tak Sekolah Akibat Perang

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 06:41 WIB
A Syrian man checks the damage at a school after it was hit in an air strike in the village of Hass, in the south of Syrias rebel-held Idlib province on October 26, 2016. / AFP PHOTO / Omar haj kadour
Salah satu sekolah di Suriah yang rusak karena perang (Foto: Omar haj Kadour/AFP)
Damaskus -

Organisasi PBB yang membidangi isu anak-anak atau United Nations Children Fund (UNICEF) menyebut setengah populasi anak-anak di Suriah tidak bersekolah. Mereka kehilangan hak pendidikan karena negara Suriah dilanda perang.

Dilansir AFP, data anak-anak yang tidak bersekolah meningkat tajam. Padahal beberapa waktu lalu, UNICEF sempat merilis bahwa sepertiga anak-anak Suriah tak bersekolah.

"Setelah hampir sepuluh tahun perang di Suriah, lebih dari separuh anak-anak terus kehilangan (hak) pendidikan," pernyataan UNICEF dilansir dari AFP, Senin (25/1/2021).

UNICEF memperkirakan lebih dari 2,4 juta anak-anak putus sekolah di Suriah.

"Jumlah ini kemungkinan meningkat pada tahun 2020 karena dampak pandemi COVID-19, yang memperburuk pendidikan di Suriah," kata Kepala UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Ted Chaiban.

"Sistem pendidikan di Suriah terlalu banyak, kekurangan dana, terfragmentasi dan tidak dapat memberikan layanan yang aman, adil dan berkelanjutan kepada jutaan anak," tambahnya.

Perang saudara di Suriah meletus tahun 2011. Lebih dari 387.000 orang terbunuh dan jutaan orang mengungsi.

"Satu dari tiga sekolah di Suriah tidak dapat lagi digunakan karena hancur, rusak atau digunakan untuk keperluan militer," pernyataan UNICEF.

Sekolah-sekolah yang tetap beroperasi, kata UNICEF, seringkali penuh sesak dengan fasilitas kebersihan yang tidak memadai.

UNICEF mengkonfirmasi ada 52 serangan terhadap fasilitas pendidikan di Suriah tahun lalu. Jika ditotalkan, terdapat sekitar 700 pelanggaran terhadap sekolah dan staf pengajar di Suriah.

(isa/dkp)