Gempuran Israel di Suriah Tewaskan 4 Warga Sipil Termasuk 2 Anak

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 16:24 WIB
Lebanon: Teori-teori konspirasi menyebar di sosial media, mulai dari bom nuklir hingga serangan rudal Israel dan Amerika Serikat
Ilustrasi (dok. BBC World)
Damaskus -

Empat warga sipil tewas dalam serangan udara Israel yang dilancarkan di Provinsi Hama, Suriah, Jumat (22/1) pagi waktu setempat. Dua korban tewas di antaranya merupakan anak-anak.

Seperti dilansir AFP, Jumat (22/1/2021), laporan kantor berita SANA yang mengutip sumber militer Suriah menyebut sistem pertahanan udara Suriah merespons serangan rudal Israel itu, dengan 'mencegat sebagian besar' rudal yang diluncurkan.

Gempuran udara Israel itu menewaskan satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anaknya. Empat orang lainnya dilaporkan luka-luka dan tiga rumah warga di tepi barat kota Hama, hancur akibat gempuran itu.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (HAM) mengatakan serangan udara Israel itu menargetkan posisi militer Suriah. Gempuran Israel itu dilaporkan berhasil menghancurkan lima posisi militer Suriah di daerah Hama, yang menjadi pangkalan para petempur Iran.

Disebutkan Observatorium Suriah untuk HAM bahwa para warga sipil itu tewas setelah terkena puing-puing dari salah satu rudal sistem pertahanan anti-pesawat Suriah yang jatuh di sebuah rumah di kawasan padat penduduk.

Ketika dihubungi AFP pada Jumat (22/1), militer Israel menolak mengomentari laporan soal serangan di Suriah itu.

Observatorium Suriah untuk HAM melaporkan bahwa pada 13 Januari lalu, serangan Israel di Suriah Timur menewaskan 57 tentara rezim Suriah dan sekutunya. Serangan itu disebut sebagai serangan paling mematikan sejak Israel melancarkan serangan udara ke Suriah.

Israel jarang mengonfirmasi serangan yang dilancarkannya ke Suriah, tetapi militer negara itu menyebut ada sekitar 50 target yang terkena serangannya sepanjang tahun 2020.

Diketahui juga bahwa Israel secara rutin melakukan gempuran di Suriah, sebagian besar terhadap target yang terkait dengan Iran sebagai upaya untuk mencegah musuh bebuyutannya mengkonsolidasikan pengaruh di perbatasan utara.

(izt/nvc)