Polisi Rusia Tahan Puluhan Pendukung Navalny dalam Demo Anti-Putin

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 16:25 WIB
Police detain a man during a protest against the jailing of opposition leader Alexei Navalny in Khabarovsk, 6,100 kilometers (3,800 miles) east of Moscow, Russia, Saturday, Jan. 23, 2021. Authorities in Russia have taken measures to curb protests planned for Saturday against the jailing of Navalny. (AP)
Seorang demonstran ditahan polisi Rusia dalam unjuk rasa memprotes penahanan Alexei Navalny dan memprotes pemerintahan Putin (AP Photo)
Moskow -

Kepolisian Rusia menahan puluhan demonstran pendukung pengkritik Kremlin, Alexei Navalny, yang turun ke jalanan dalam aksi protes terbaru. Para pendukung menuntut pembebasan Navalny yang ditahan sepulangnya dari Jerman.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (23/1/2021), aksi itu juga dimaksudkan memprotes pemerintahan Presiden Vladimir Putin, yang kerap dikritik oleh Navalny.

Diketahui bahwa Navalny menyerukan unjuk rasa memprotes pemerintahan Putin setelah dirinya ditahan pekan lalu setibanya di Bandara Sheremetyevo, Moskow. Navalny selama berbulan-bulan menjalani perawatan medis di Jerman, setelah dirinya diracun agen saraf Novichok dalam penerbangan domestik di Siberia.

Unjuk rasa yang direncanakan digelar di belasan kota di Rusia ini diperkirakan akan menjadi ujian besar bagi oposisi Rusia untuk menggerakkan massa di tengah tekanan kuat Kremlin terhadap para pengkritik juga di tengah berbagai pembatasan pandemi virus Corona (COVID-19).

Aksi protes pertama tengah digelar di wilayah Timur Jauh dan Siberia, termasuk Vladivostok, Khabarovsk dan Chita. Ribuan orang turun ke jalanan dalam unjuk rasa di berbagai kota itu.

OVD Info, yang memantau penahanan dalam unjuk rasa oposisi, melaporkan 50 orang ditahan dalam unjuk rasa di 10 kota.

Otoritas Rusia sebelumnya bersumpah akan menindak tegas para demonstran pendukung Navalny, dengan pihak kepolisian menegaskan bahwa acara publik tanpa izin akan 'segera dibubarkan'.

Simak video 'Uni Eropa Minta Rusia Bebaskan Alexei Navalny':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2