Penyelamatan 21 Penambang China yang Terjebak Butuh Waktu 2 Minggu Lagi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 14:31 WIB
A miner uses a hammer to crush rocks with ore at Tierra Amarilla town, near Copiapo city, north of Santiago, Chile, December 16, 2015. As copper prices have slid to a more than six-year low, miners laboring away at the countless smaller mines that pock mark the Atacama desert are finding the buckets of ore they spend all day digging from the ground are fetching less and less money.   Picture taken December 16, 2015. REUTERS/Ivan Alvarado
Ilustrasi (dok. REUTERS/Ivan Alvarado)
Beijing -

Puluhan penambang di China masih terjebak di bawah tanah dan tim penyelamat meyakini dibutuhkan setidaknya dua minggu lagi untuk menyelamatkan mereka sepenuhnya. Hal ini memupus harapan untuk penyelamatan segera kelompok penampang yang sudah 12 hari terkubur oleh puing ledakan.

Dilansir AFP, Jumat (22/1/2021), upaya yang semakin putus asa untuk menyelamatkan 21 pekerja tambang itu semakin diperumit oleh penyumbatan besar-besaran yang telah menunda upaya pengeboran.

"Hambatannya terlalu besar, yang berarti kami membutuhkan setidaknya 15 hari lagi atau bahkan lebih untuk mencapai para penambang," kata Gong Haitao, wakil kepala departemen publisitas lokal seperti dikutip media pemerintah, CCTV.

Gong menyebut puing-puing yang menghalangi jalur pengeboran mencapai berat sekitar 70 ton.

Ledakan di tambang Hushan di provinsi Shandong membuat 22 pekerja terjebak di kedalaman ratusan meter di bawah tanah pada 10 Januari lalu.

Pada hari Minggu (17/1), kontak dilakukan dengan 11 penambang yang terjebak di satu lokasi sekitar 580 meter (1.900 kaki) di bawah permukaan, dan makanan serta persediaan medis yang sangat dibutuhkan diturunkan ke mereka.

Salah satu dari 11 pekerja itu terluka parah akibat ledakan awal dan telah dipastikan tewas setelah menderita luka di kepala dan jatuh koma.

Selanjutnya
Halaman
1 2