Sambut Pelantikan Joe Biden, Presiden Korsel: Amerika Kembali!

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 12:04 WIB
South Korean President Moon Jae-in speaks during a banquet in Pyongyang, North Korea in this photo released by North Koreas Korean Central News Agency (KCNA) September 19, 2018. KCNA/via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, CONTENT, LOCATION OR DATE OF THIS IMAGE. NO THIRD PARTY SALES. NOT FOR USE BY REUTERS THIRD PARTY DISTRIBUTORS. SOUTH KOREA OUT.
Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in (Foto: Dok. KCNA/via REUTERS)
Seoul -

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengucapkan selamat kepada Joe Biden atas pelantikannya sebagai Presiden ke-46 AS. "Amerika telah kembali," tulisnya dalam unggahan di Twitter.

Melansir dari AFP, Kamis (21/1/2021), hubungan antara Seoul dan Washington terkadang sangat tegang di bawah pemerintahan Donald Trump, yang berulang kali mengecam Korea Selatan karena tidak membayar miliaran dolar lebih untuk pengamanan pasukan AS di negara itu.

Di tahun pertama jabatannya, Trump sempat memicu peningkatan kewaspadaan di Korea Selatan dengan terlibat dalam kata-kata penghinaan dan ancaman perang dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Biden telah berulang kali berbicara tentang perlunya membangun kembali kedudukan global Amerika Serikat. Dalam pidato pelantikannya pada Rabu (20/1) siang waktu setempat, Biden menyatakan akan memperbaiki aliansi AS dan akan melibatkan AS dalam hubungan dengan pemimpin dunia.

Moon pun menyambut baik pelantikan Biden dalam tulisannya di Twitter.

"Amerika kembali. Ini adalah awal baru Amerika untuk membuat demokrasi lebih baik," tulisnya.

"Bersama rakyat Korea, saya mendukung perjalanan Anda menuju 'America Bersatu'," imbuhnya. "Kita maju bersama!" imbuhnya.

Diketahui bahwa AS memimpin pasukan koalisi PBB yang mendukung Korea Selatan dalam memerangi pasukan Korea Utara dan China dalam Perang Korea 1950-1953. Washington hingga saat ini masih menempatkan sekitar 28.500 tentaranya di Korea Selatan untuk melindungi sekutunya itu dari Korea Utara.

Moon menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2018 di mana ia menengahi dialog antara Trump dan Kim Jong Un. Dialog ini membuat keduanya mengadakan pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Singapura.

Pada saat itu, Trump dan Kim menandatangani pernyataan yang samar tentang denuklirisasi semenanjung Korea, tetapi KTT kedua di Hanoi, Vietnam pada awal 2019 gagal terkait pencabutan sanksi AS dan apa yang bersedia diberikan Korea Utara sebagai imbalannya.

(izt/ita)