Beri Selamat, Netanyahu Desak Joe Biden Perkuat Aliansi Israel-AS

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 10:13 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu announces full diplomatic ties will be established with the United Arab Emirates, during a news conference on Thursday, Aug. 13, 2020 in Jerusalem.  In a nationally broadcast statement, Netanyahu said the “full and official peace” with the UAE would lead to cooperation in many spheres between the countries and a “wonderful future” for citizens of both countries. (Abir Sultan/Pool Photo via AP)
Benjamin Netanyahu (Abir Sultan/Pool Photo via AP)
Tel Aviv -

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, mendesak Presiden baru Amerika Serikat (AS), Joe Biden, untuk memperkuat aliansi sejak lama antara kedua negara. Seruan ini disampaikan Netanyahu saat menyelamati Biden yang baru saja dilantik menjadi Presiden AS.

Seperti dilansir AFP, Kamis (21/1/2021), Netanyahu mencetuskan bahwa aliansi Israel dan AS bisa diperkuat untuk menghadapi 'ancaman' yang diberikan oleh Iran.

"Saya mengharapkan untuk bekerja dengan Anda dalam lebih memperkuat aliansi AS-Israel, untuk terus memperluas perdamaian antara Israel dan dunia Arab, dan untuk menghadapi tantangan bersama, di antaranya tantangan yang diberikan oleh Iran," ucap Netanyahu dalam pesan videonya.

Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam pesan video saat menyampaikan ucapan selamat pada Biden usai resmi dilantik pada Rabu (20/1) waktu setempat, menggantikan Donald Trump yang kalah dalam pilpres.

Netanyahu yang sebelumnya menyebut Trump sebagai 'sahabat terbaik' Israel di Gedung Putih ini, menekankan dirinya memiliki 'persahabatan personal yang hangat selama beberapa dekade'.

Secara terpisah, otoritas Palestina sebelumnya mengecam Netanyahu yang pada Minggu (17/1) lalu mengumumkan bahwa Israel menyetujui pembangunan 780 permukiman Yahudi baru di Tepi Barat. Seluruh permukiman Yahudi di Tepi Barat dianggap ilegal oleh komunitas internasional

Namun pemerintahan Trump sebelumnya mendobrak kebijakan AS sejak lama, dengan menetapkan pada akhir tahun 2019 bahwa AS tidak lagi menganggap permukiman Yahudi di wilayah pendudukan sebagai pelanggaran hukum internasional.

"Netanyahu menyambut Biden dengan permukiman. Tujuannya satu-satunya adalah menghancurkan solusi dua negara," cetus Nabil Abu Rudeina, juru bicara Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dalam pernyataan pada Rabu (20/1) waktu setempat.

Dalam tanggapannya terhadap pelantikan Biden, Presiden Abbas menyatakan Palestina 'tidak sabar untuk bekerja sama demi perdamaian dan stabilitas di kawasan dan seluruh dunia'. Dia juga menyatakan otoritas Palestina siap membuka proses perdamaian yang memenuhi aspirasi rakyat Palestina.

Simak video 'Beri Selamat Biden, Israel Wanti-wanti Ancaman Iran':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)