Sebut China Lakukan Genosida Uighur, AS: Kami Tak Akan Tinggal Diam

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 11:15 WIB
China bersikeras kebijakan atas warga Muslim Uighur di Xinjiang tidak ada yang salah dan harus diterapkan dalam jangka waktu yang lama
AS menyebut China melakukan genosida terhadap warga Uighur (Foto: BBC World)
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa China melakukan genosida terhadap warga Uighur dan sebagian besar orang Muslim lainnya. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo di hari terakhirnya menjabat.

"Saya yakin genosida ini sedang berlangsung, dan kami menyaksikan upaya sistematis untuk menghancurkan Uighur oleh negara-partai China," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (20/1/2021).

"Kami tidak akan tinggal diam. Jika Partai Komunis China diizinkan untuk melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap rakyatnya sendiri, bayangkan apa yang akan berani dilakukan untuk dunia bebas, dalam waktu yang tidak terlalu lama," imbuh Pompeo.

Kritik keras Pompeo terhadap Beijing telah menjadi ciri khas masa jabatannya. Namun, sebelumnya dia tak pernah langsung menuduh genosida, hanya mengatakan berulang kali bahwa perlakuan terhadap warga Uighur mengingatkan pada kebijakan Nazi Jerman.

Pompeo pun mendesak semua badan internasional termasuk pengadilan untuk menangani kasus-kasus atas perlakuan China terhadap Uighur, dan menyuarakan keyakinan bahwa Amerika Serikat akan terus meningkatkan tekanan.

Menurut kelompok-kelompok hak asasi, setidaknya satu juta orang Uighur dan warg Muslim berbahasa Turki lainnya dipenjara di kamp-kamp di wilayah Xinjiang.

Para saksi dan aktivis mengatakan bahwa China berusaha untuk secara paksa mengintegrasikan Uighur ke dalam budaya mayoritas Han, dengan menghapus adat istiadat Islam, termasuk dengan memaksa Muslim untuk makan daging babi dan minum alkohol, yang keduanya dilarang oleh keyakinan mereka.

China menyangkal melakukan kesalahan dan mengatakan bahwa kamp-kampnya adalah pusat pelatihan kejuruan yang dimaksudkan untuk memberantas ekstremisme setelah serangan-serangan yang terjadi.

Presiden terpilih AS, Joe Biden yang akan segera dilantik, sebelumnya juga telah menyerukan lebih banyak tekanan pada China atas hak asasi manusia, dengan kampanyenya tahun lalu menggunakan istilah genosida.

Selanjutnya
Halaman
1 2