Pemimpin Senat dari Republikan Sebut Trump Provokator Rusuh di Capitol AS

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 01:10 WIB
Pemimpin Senat AS, politikus Republikan, Mitch McConnell. (J Scott Applewhite/AP Photo)
Foto: Pemimpin Senat AS, politikus Republikan, Mitch McConnell. (J Scott Applewhite/AP Photo)
Washington -

Pemimpin Senat dari Partai Republik, Mitch McConnell menyebut Presiden Donald Trump menjadi provokator aksi suruh di Capitol, Amerika Serikat (AS). Dia menyebut kebohongan Trump membuat massa bergerak.

Seperti dilansir dari AFP, Rabu (20/1/2020), Mc Connell menyebut para pendukung Trump menyerang Capitol karena diprovokasi oleh Trump. Selain itu, dia pun menyebut Trump telah berbohong.

"Massa itu diberi kebohongan," kata Senator dari Kentucky dalam pidatonya.

"Dan mereka mencoba menggunakan ketakutan dan kekerasan untuk menghentikan," ujarnya.

Seperti diketahui, pendukung Trump mericuh di Capitol pada Rabu (6/1/2020). Mereka protes atas hasil pemilu 2020 yang memenangkan Joe Biden.

Meskipun mengakui dirinya memikul 'sejumlah tanggung jawab' atas kerusuhan di Gedung Capitol Amerika Serikat (AS), Presiden Donald Trump secara pribadi juga menyalahkan 'orang-orang Antifa' atas insiden itu. Padahal jelas video dan bukti dokumenter menunjukkan sebagian besar perusuh adalah pendukung Trump.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (12/1/2021), laporan Axios menyebut Trump melontarkan hal tersebut dalam percakapan telepon selama 30 menit dengan Ketua Minoritas DPR AS, Kevin McCarthy, dari Partai Republik pada Senin (11/1) pagi waktu setempat.

Isi percakapan telepon itu diungkapkan seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya dan seorang sumber lainnya yang memahami percakapan telepon itu. Disebutkan juga bahwa McCarthy telah mengungkapkan isi percakapan telepon antaranya dirinya dengan Trump kepada para anggota parlemen dari Partai Republik dalam conference call selama 2,5 jam yang disebut sangat emosional.

Dalam percakapan telepon itu, Trump disebut menyalahkan 'orang-orang Antifa' atas penyerbuan dan kerusuhan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari lalu.

(aik/aik)