AS Lakukan Eksekusi Mati ke-13 dan yang Terakhir di Era Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 16:25 WIB
Ilustrasi Penjara, Sel, Lapas, Jeruji Besi
Ilustrasi (Thinkstock)

Departemen Kehakiman AS mengajukan banding atas penundaan eksekusi mati itu dan memenangkannya di pengadilan banding.

Putusan akhir yang diambil Mahkamah Agung -- yang didominasi hakim agung konservatif yang ditunjuk Trump -- menyatakan penolakan terhadap penundaan eksekusi mati itu dan berarti memberi lampu hijau untuk eksekusi mati Higgs.

Pemerintahan Trump diketahui melanjutkan kembali pelaksanaan eksekusi mati di AS sejak Juli tahun lalu, usai hiatus selama 17 tahun. Eksekusi mati dilakukan dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Selain Higgs, total ada 12 narapidana lainnya yang dieksekusi mati sejak pertengahan tahun lalu.

Halaman

(nvc/rdp)