Lisa Montgomery Jadi Perempuan Pertama yang Dieksekusi di AS dalam 70 Tahun

BBC Indonesia - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 15:22 WIB
Lisa Montgomery dengan foto latar rumah Bobbie Joe Stinnet, di Skidmore, Missouri, AS. (Reuters/Getty Images)
Jakarta -

Terpidana pembunuhan, Lisa Montgomery, telah dieksekusi di penjara Terre Haute, Indiana, menjadi perempuan pertama yang dihukum mati oleh pengadilan federal sejak 1953.

Perempuan berusia 52 tahun itu disuntik mati pada Rabu (13/01) pagi.

Montgomery dihukum mati karena membunuh, Bobbie Jo Stinnett, yang tengah hamil delapan bulan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya serta menculiknya. Bayinya berhasil diselamatkan.

Hukuman mati di pengadilan federal dihentikan selama 17 tahun dan dilanjutkan di bawah Presiden Trump.

Kuasa hukum Lisa Montgomery, dan pegiat antihukuman mati mengatakan dia mengalami gangguan jiwa dan merupakan korban pelecehan yang layak mendapat pengampunan.

Namun komunitas di daerah tempat korbannya tinggal, beranggapan berbeda. Mereka masih trauma.

Pada Desember 2004, Montgomery, yang saat itu berusia 36 tahun, mencekik sampai meninggal Bobbie Jo Stinnett, sebelum mengeluarkan bayi dari kandungannya dan menculiknya.

Pada akhir Desember lalu, tim legal Montgomery mengajukan petisi ke Trump dan kasus itu terjadi setelah sebelumnya ia mengalami pelecehan yang disebut sebagai penyiksaan.

Dia juga disebut mengalami gangguan jiwa sehingga pantas mendapat pengampunan.

Tetapi di kota kecil Skidmore, Missouri, tempat kejahatan itu dilakukan, tak ada yang mendukung argumen itu.

Banyak yang percaya momen terakhir Bobbie Jo Stinnett sangat mengerikan, sehingga hukuman mati pantas diterapkan.

Saling kenal lewat online penjualan anjing

Lisa Montgomery dan Bobbie Jo Stinnett saling mengenal melalui online karena mereka menyukai anjing. Mereka melakukan korespondensi selama berminggu-minggu dalam forum online terkait anjing.

Lisa mengatakan kepada Bobbie bahwa dia juga hamil dan keduanya sering berbagi cerita kehamilan.

Pada Desember 2004, Lisa mengendarai mobil sejauh lebih 280 km dari rumahnya di Kansas ke Skidmore untuk melihat anjing-anjing yang memang diternak Stinnett dan dijual.

Lisa menggunakan nama Darlene Fischer saat menuju rumah Stinnett dan korespondensi ini menggunakan alamat email berbeda.

Saat Bobbie membuka pintu, Lisa langsung mencekik ibu hamil itu dengan tali, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya.

Para penyelidik segera menyadari bahwa tidak ada "Darlene Fischer" dan melacak Lisa keesokan harinya melalui email dan alamat IP komputer. Mereka menemukannya sedang menggendong bayi yang baru lahir yang ia sebutkan baru ia lahirkan pada hari sebelumnya.

Namun ceritanya tak terarah dan ia kemudian mengakui membunuh.

Bayi yang dilahirkan itu selamat dan saat ini berusia 16 tahun.

Sejak 2008, Lisa ditahan di penjara Texas untuk tahanan perempuan dengan kondisi khusus medis dan kejiwaan. Ia mendapat perawatan kejiwaan.

Sejak mendapat tanggal kepastian eksekusi, ia ditempatkan di sel tersendiri dan dijaga agar jangan sampai bunuh diri.

Penjara Terre Haute, Indiana.Penjara Terre Haute, Indiana. (Getty Images)

Dukungan agar Lisa Montgomery tak dihukum mati juga datang dari komunitas legal, termasuk 41 jaksa dan mantan jaksa, serta pegiat hak asasi seperti organisasi Inter-American Commission on Human Rights.

Namun seruan agar Trump memberikan pengampuan tak banyak mendapat dukungan.

Menurut jajak pendapat Gallup, dukungan untuk hukuman mati di AS pada tingkat terendah pada lebih dari 50 tahun. dengan 55% warga Amerika tetap percaya hukuman mati adalah layak untuk pembunuhan.

Warga di Skidmore banyak yang mendukung hukuman mati Montgomery.

"Bobbie layak hidup. Keluarga Bobbie kehilangan orang yang dikasihi. Lisa layak mendapat ganjaran" kata Meagan Morrow, rekan satu sekolah Bobbie.

Bagi kuasa hukum Montgomery, tindakan yang dilakukannya dimulai sebelum dia lahir.

Berdasarkan wawancara dengan ayahnya, ibu Montgomery, Judy Shaughnessy pemabuk sejak dia hamil. Montgomery lahir dengan sindrom alkohol. Para pakar medis menyapakti diagnosis ini.

Saat Lisa kecil, Shaughnessy memukul anak-anak mereka dan menyiksa mereka.

Penyiksaan yang dilakukan termasuk membungkam mulut mereka dan mendorong anak-anak mereka ke salju di tengah cuaca sangat dingin.

Trauma warga kota Skidmore

Ketika ayah kandung Lisa meninggalkan mereka, dan ibu mereka bersama pacarnya. Kakak Lisa, Daine Mattingly, mengatakan salah satu pacar ibunya memperkosanya.

Ibu Bobbie Jo dan suaminya sejak lama tak pernah bicara di depan umum.

Namun sherif Nowaday County, tempat Skidemore berada, mengatakan untuk pertama kalinya ia mendengar langsung dari suami Bobbie.

Suami Bobbie berterima kasih telah menemukan bayinya.

"Saya menangis," kata Strong.

"Semua komunitas trauma atas kejadian ini."

Protes menentang hukuman mati di luar Kementerian Kehakiman di Washngton DC pada Desember 2020.Protes menentang hukuman mati di luar Kementerian Kehakiman di Washington DC pada Desember 2020. (Getty Images)

Pembunuhan 16 tahun lalu itu tak pernah hilang dari pikiran warga kota Skidmore.

Cerita pembunuhan ini telah menjadi pembahasan di dua buka, serta diangkat dalam seri pembunuhan di televisi, dokumenter dan banyak episode melalui podcast.

Lisa Montgomery merupakan satu dari 10 tahanan yang dihukum mati selama pemerintahan Trump, dalam waktu kurang dari setahun.

Presiden terpilih Joe Biden telah menyatakan untuk mengakhiri hukuman mati, namun ia belum mengatakan kapan.

(ita/ita)