Dibanding-bandingkan dengan Richard Nixon, Donald Trump Marah

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 14:37 WIB
President Donald Trump listens during an event on Operation Warp Speed in the Rose Garden of the White House, Friday, Nov. 13, 2020, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)
Presiden AS Donald Trump (Foto: AP/Evan Vucci)
Washington DC -

Pada hari-hari terakhir di Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan meluap kemarahannya karena dibanding-bandingkan dengan mantan Presiden AS, Richard Nixon. Hal itu terjadi saat para penasihatnya membahas opsi pengunduran diri setelah Trump dituduh menghasut rusuh Gedung Capitol AS dan dimakzulkan kedua kali oleh DPR AS.

Seperti dilansir CNN, Jumat (15/1/2021), hari-hari terakhir Trump di Gedung Putih dipenuhi kecemasan karena memikirkan kehidupannya setelah tidak lagi menjabat. Presiden terpilih AS, Joe Biden, akan resmi dilantik menjadi Presiden ke-46 AS pada siang hari, 20 Januari mendatang.

Bukannya memanfaatkan sisa masa jabatannya dengan menunjukkan kepemimpinan penuh untuk memperkuat warisannya, CNN menyebut Trump memilih memainkan peran sebagai korban dan bukan sebagai pemimpin ramah yang akan mengakhiri jabatannya.

Menurut orang-orang di sekitarnya, Trump larut dalam keruntuhan kepresidenannya pada saat-saat terakhir di Gedung Putih. Saat para penasihatnya melakukan diskusi kasual baru-baru ini soal opsi pengunduran diri, Trump dengan segera menolak gagasan itu.

Bahkan situasi dilaporkan memanas saat Trump marah dan menegaskan kepada para penasihatnya dalam percakapan terpisah untuk tidak membahas soal Presiden Richard Nixon, yang menjadi presiden terakhir di AS yang mengundurkan diri.

Dilaporkan bahwa Trump memberitahu salah satu penasihatnya dalam percakapan terbaru yang penuh sumpah-serapah untuk tidak pernah lagi mengungkit-ungkit Nixon di depannya.

Saat pembahasan soal pengunduran diri pekan ini, Trump memberitahu orang-orang bahwa dirinya tidak bisa mengandalkan Wakil Presiden Mike Pence untuk mengampuni dirinya seperti eks Wapres Gerald Ford mengampuni Nixon.

Nixon mengundurkan diri dari jabatannya tahun 1974 setelah akan dimakzulkan oleh DPR AS terkait skandal Watergate, yang melibatkan pembobolan markas pusat Partai Demokrat tahun 1972. Setelah Nixon mundur, Wapres Ford dilantik menjadi Presiden AS dan mengampuni Nixon atas kejahatan yang dilakukan selama menjabat.

Tonton video 'Tegang Jelang Pelantikan Biden: Pemakzulan Trump-Demo Bersenjata':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2