Round-Up

Pemakzulan Jilid Dua untuk Trump Bertabur Drama

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 22:02 WIB
House of Representatives (HOR) atau DPR AS mulai mempertimbangkan pemakzulan kedua Donald Trump. Ia secara resmi dituduh menghasut pemberontakan dan penyerbuan para pendukungnya di gedung parlemen, Capitol Hill, Rabu (6/1/2021) lalu.
Foto: Donald Trump (AP Photo)

Pesan Trump

Trump pun menyampaikan pesannya. Seperti dilansir CNN, Kamis (14/1/2020), Trump dalam pesan videonya pada Rabu (13/1) waktu setempat menyerukan semuanya tenang di tengah ancaman kerusuhan baru menjelang pelantikan Presiden terpilih AS, Joe Biden, pada 20 Januari mendatang.

Trump juga menegaskan bahwa para perusuh Gedung Capitol AS, pekan lalu, bukanlah pendukungnya 'yang sejati'.

Trump sama sekali tidak mengomentari atau membahas pemakzulan dirinya oleh DPR AS. Video ini dirilis beberapa jam setelah mayoritas anggota DPR AS sepakat memakzulkan Trump dalam voting dengan hasil 232 anggota mendukung dan 197 anggota menolak.

"Kekerasan massa bertentangan dengan semua hal yang saya yakini dan semua hal yang diperjuangkan gerakan kita," ucap Trump dalam videonya, tanpa secara terang-terangan mengakui tanggung jawab atas peristiwa pekan lalu.

"Tidak ada pendukung sejati saya yang bisa mendukung kekerasan politik. Tidak ada pendukung sejati saya yang bisa meremehkan penegakan hukum atau bendera Amerika kita yang hebat. Tidak ada pendukung sejati saya yang bisa mengancam atau melecehkan sesama warga Amerika," cetusnya.

"Jika Anda melakukan salah satu dari hal-hal ini, Anda tidak mendukung gerakan kita -- Anda menyerangnya. Dan Anda menyerang negara kita. Kita tidak bisa mentoleransinya," tegas Trump, merujuk pada para perusuh Gedung Capitol AS yang memakai aksesoris bertuliskan namanya dan mengibarkan bendera MAGA (Make America Great Again) -- slogan ciri khas Trump.

Namun, Trump dikabarkan memilih menyendiri usai dimakzulkan. Seorang penasihat Gedung Putih yang enggan disebut namanya menuturkan bahwa 'semua orang marah pada setiap orang' di dalam Gedung Putih saat ini. Menurutnya, Trump sedang kesal karena harus membela dirinya sendiri.

"Dia dalam kondisi mengasihani diri sendiri," ujar sumber Gedung Putih tersebut, merujuk pada Trump.

Disebutkan sumber itu bahwa pandangan di kalangan orang dekat Trump meyakini 'tindakannya mengarah ke sini, bukan orang lain'.

"Dia menghasut massa untuk menyerbu Gedung Capitol untuk menghentikan pengesahan, dia tidak akan menemukan banyak politikus Republikan yang simpatik," imbuh sumber itu.

Halaman

(rdp/rdp)