Eks Bos FBI: Serbuan Massa Trump ke Capitol Adalah Serangan Terencana

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 11:47 WIB
House of Representatives (HOR) atau DPR AS mulai mempertimbangkan pemakzulan kedua Donald Trump. Ia secara resmi dituduh menghasut pemberontakan dan penyerbuan para pendukungnya di gedung parlemen, Capitol Hill, Rabu (6/1/2021) lalu.
Ilustrasi (AP Photo)
Washington DC -

Mantan Direktur Biro Investigasi Federal (FBI), James Comey, menyebut bukti yang dilihatnya sejauh ini menunjukkan penyerbuan dan kerusuhan di Gedung Capitol AS merupakan 'serangan terencana'. Hal serupa juga dilontarkan oleh Gubernur Virginia, Ralph Northam, yang menyebut rusuh itu bukanlah aksi spontan.

Seperti dilansir CNN, Kamis (14/1/2021), Comey dalam wawancara dengan penyiar CNN, Jake Tapper, menyebut bukti yang ada menunjukkan Gedung Capitol AS merupakan konspirasi terorganisir.

"Tidak ada keraguan setidaknya ada beberapa konspirasi," ucap mantan bos FBI itu. "Orang-orang berkeliaran yang mempraktikkan hak Amandemen Pertama tidak membawa tali dan tangga serta palu besar ke acara spontan," cetusnya.

"Ini adalah serangan terencana seperti menyerang sebuah kastil," tegas Comey memberikan perumpamaan.

Dalam pernyataan terpisah, Gubernur Virginia, Ralph Northam, menyebut aksi para perusuh Gedung Capitol pada 6 Januari lalu 'didorong oleh teori konspirasi dan kebohongan dari seorang presiden yang tidak dapat menerima kekalahan'.

"Tujuan mereka sederhana: membatalkan pemilihan yang sah dan adil," ucapnya.

"Itu menjadi pemandangan yang tidak saya percayai saya lihat dalam hidup kita. Tapi tidak ada yang terjadi begitu saja. Tidak ada yang merupakan insiden dan tidak ada yang spontan," tegas Northam.

Selanjutnya
Halaman
1 2