FBI: Ada Kemungkinan Protes Bersenjata Saat Pelantikan Biden Jadi Presiden

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 05:39 WIB
Menurut FBI, Indonesia Jadi Negara Tujuan Penipuan Bermodus Industri Hiburan
Foto: DW (News)
Jakarta -

FBI menyebut kemungkinan ada protes besar saat pelantikan Joe Biden jadi Presiden Amerika Serikat (AS). Tak hanya protes biasa, protes yang berlangsung disebut protes bersenjata.

Dilansir dari Reutrs, Selasa (12/1/2020), sumber penegak hukum federal mengatakan, protes bersenjata itu tak hanya dilakukan di Washingtong, D.C, tapi juga di ibu kota negara-negara bagian. Pelantikan Joe Biden akan berlangsung pada 20 Januari 2020.

Dihadapkan pada ancaman lebih banyak kekerasan dari pendukung Donald Trump yang protes, Pegawai Nasional diberi wewenang untuk mengirim 15.000 tentara ke Washington, dan larangan turis untuk mengunjungi Museum Washington hingga 24 Januari.

Sumber penegak hukum, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan peringatan FBI berasal dari 16 Januari dan setidaknya hingga 20 Januari untuk ibu kota negara bagian dan selama tiga hari menjelang Hari Pelantikan di Washington D.C.

Kepala Biro Pengawal Nasional, Jenderal Daniel Hokanson, memperkirakan sekitar 10.000 tentara akan berada di Washington pada hari Sabtu dan mereka akan fokus pada dukungan keamanan, logistik, dan komunikasi.

Jumlahnya bisa meningkat menjadi 15.000 jika diminta oleh otoritas lokal.

Senator Chris Murphy, mengatakan, dia mengirim surat kepada penjabat menteri pertahanan pada hari Senin (11/1), menyampaikan keraguan kepada Garda Nasional mampu melindungi ibu kota negara.

Di AS, tradisi pengambilan sumpah presiden dilakukan di halaman gedung Capitol. "Saya tidak takut mengambil sumpah di luar," kata Biden kepada wartawan di Newark, Delaware.

Namun dia mengatakan bahwa sangat penting bahwa orang-orang "yang terlibat dalam hasutan dan mengancam nyawa orang, merusak properti publik, menyebabkan kerusakan besar" dimintai pertanggungjawaban.

(aik/aik)