Paus Fransiskus Segera Divaksin Corona, Imbau Semua Orang Divaksin

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 11 Jan 2021 15:24 WIB
FILE - In this Nov. 22, 2020, file photo, Pope Francis incenses the altar as he celebrates Mass on the occasion of the Christ the King festivity, in St. Peters Basilica at the Vatican. China criticized Pope Francis on Tuesday over a passage in his new book in which he mentions suffering by China’s Uighur Muslim minority group. (Vincenzo Pinto/Pool Photo via AP, File)
Paus Fransiskus (Vincenzo Pinto/Pool Photo via AP, File)
Vatican City -

Paus Fransiskus menyatakan dirinya akan disuntik vaksin virus Corona (COVID-19) paling cepat awal pekan ini. Pemimpin umat Katolik sedunia ini mendorong semua orang untuk divaksin Corona, tidak hanya untuk melindungi diri sendiri tapi juga melindungi nyawa orang lain.

"Saya percaya bahwa secara etis setiap orang harus menerima vaksin," ucap Paus Fransiskus dalam wawancara dengan stasiun televisi Canale 5, seperti dilansir Reuters, Senin (11/1/2021).

"Ini adalah pilihan yang etis karena Anda mempertaruhkan kesehatan Anda, nyawa Anda, tapi Anda juga bertaruh dengan nyawa orang lain," cetusnya.

Vatican City yang dihuni 450 orang, termasuk Paus Fransiskus, telah mengumumkan pihaknya akan segera meluncurkan program vaksinasi melawan Corona. "Pekan depan," ujar Paus Fransiskus dalam pernyataan pada Sabtu (9/1) waktu setempat.

"Kita akan mulai melakukannya di sini, di Vatikan, dan saya telah mendaftarkan diri saya sendiri. Itu harus dilakukan," tegasnya.

Paus Fransiskus yang berusia 84 tahun ini pernah menjalani operasi pengangkatan salah satu paru-paru saat dia sakit semasa muda di Argentina. Kondisi ini membuat Paus Fransiskus sangat rentan terhadap virus Corona.

Pekan lalu, Vatican City menuturkan pihaknya mengharapkan untuk menerima dosis vaksin Corona yang cukup beberapa hari ke depan untuk memvaksinasi seluruh penduduk dan para pekerjanya.

Sebagai bagian dari rencana vaksinasi, otoritas Vatikan membeli sebuah lemari pendingin ultra-dingin untuk menyimpan pasokan vaksin Corona, sembari menyebut mereka akan menggunakan vaksin Corona buatan Pfizer-BioNTech yang harus disimpan dalam suhu minus 70 derajat Celsius.

(nvc/ita)