Ayatollah Khamenei Larang Iran Impor Vaksin Corona Buatan AS-Inggris

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 08 Jan 2021 18:29 WIB
In this photo released by an official website of the office of the Iranian supreme leader, Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei delivers his sermon in the Friday prayers at Imam Khomeini Grand Mosque in Tehran, Iran, Friday, Jan. 17, 2020. Irans supreme leader said President Donald Trump is a
Ayatollah Ali Khamenei (Office of the Iranian Supreme Leader via AP)
Teheran -

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, melarang pemerintah Iran untuk mengimpor vaksin virus Corona (COVID-19) dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

"Impor vaksin AS dan Inggris ke negara ini dilarang. Saya telah memberitahukan hal ini kepada para pejabat dan saya mengatakannya di depan umum sekarang," tegas Khamenei dalam pernyataan yang disiarkan langsung televisi Iran, seperti dilansir Reuters, Jumat (8/1/2021).

Khamenei menyatakan dirinya tidak mempercayai vaksin Corona buatan AS dan Inggris. Diketahui bahwa vaksin Corona buatan AS, seperti vaksin Pfizer-BioNTech dan vaksin Moderna, juga vaksin Corona buatan Inggris seperti vaksin AstraZeneca-Oxford, telah mendapat izin penggunaan di beberapa negara.

"Saya tidak percaya pada mereka. Terkadang mereka ingin menguji vaksin di negara-negara lain ... Jika Amerika mampu memproduksi vaksin, mereka tidak akan mengalami kegagalan (memerangi) virus Corona di negara mereka sendiri," cetusnya.

Iran yang menjadi negara kawasan Timur Tengah yang terdampak Corona paling parah, diketahui telah meluncurkan uji coba klinis pada manusia untuk kandidat vaksin Corona domestik pertamanya pada akhir bulan lalu.

Otoritas Iran meyakini bahwa vaksin domestik itu bisa membantu Iran memerangi pandemi Corona meskipun ada di bawah sanksi AS yang mempengaruhi kemampuan negara ini mengimpor vaksin.

Dalam pernyataannya, Khamenei memuji upaya otoritas Iran untuk mengembangkan vaksin domestik, namun dia juga menyatakan bahwa Iran bisa memperoleh vaksin Corona 'dari tempat lain yang bisa diandalkan'.

Khamenei tidak memberikan pernyataan lebih lanjut soal itu, namun diketahui bahwa China dan Rusia sama-sama sekutu Iran. Kedua negara itu juga mengembangkan vaksin Corona mereka sendiri.

"Saya juga tidak optimis soal Prancis karena riwayat mereka soal darah terinfeksi," imbuh Khamenei, merujuk pada skandal darah terkontaminasi di Prancis tahun 1980-an dan 1990-an silam.

(nvc/ita)