AS Dijuluki Republik Pisang Usai Rusuh Massa Trump, Ini Kata Pompeo

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 08 Jan 2021 10:20 WIB
Israel-Palestina: Lawatan Menlu AS Mike Pompeo stempel kebijakan perluasan permukiman Yahudi di wilayah pendudukan
Foto: Menlu AS, Mike Pompeo (BBC World)
Jakarta -

Mantan Presiden Amerika Serikat George W Bush mengutuk "kekacauan" di gedung Capitol dan menyebut AS sebagai republik pisang. Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo membalas pernyataan Bush tersebut.

Seperti dilansir AFP, Jumat (8/1/2021) Pompeo menyebut bahwa penyerbuan massa pendukung Presiden Donald Trump ke gedung Capitol merupakan tindakan tercela. Namun, dia tidak setuju jika AS disebut sebagai republik pisang.

"Setelah serangan tercela kemarin di Capitol AS, banyak orang terkemuka - termasuk jurnalis dan politisi - menyamakan Amerika Serikat dengan republik pisang. Fitnah tersebut mengungkapkan pemahaman yang salah tentang republik pisang dan demokrasi di Amerika," kata Pompeo dalam akun Twitternya, Kamis (7/1).

Untuk diketahui, republik pisang adalah istilah ilmu politik untuk menyebut negara yang politiknya tidak stabil dan ekonominya sangat bergantung pada ekspor sumber daya terbatas, misalnya pisang.

Lebih lanjut, Pompeo menjelaskan bahwa di republik pisang, kekerasan massa menentukan kekuasaan. Sedangkan di AS, menurut Pompeo, petugas hukum menghentikan kekerasan.

"Di republik pisang, kekerasan massa menentukan pelaksanaan kekuasaan. Di Amerika Serikat, petugas penegak hukum menghentikan kekerasan massa sehingga perwakilan rakyat dapat menjalankan kekuasaan sesuai dengan aturan hukum dan pemerintahan konstitusional," tuturnya.

"Kongres sedang menyelesaikan sertifikasi pemilihnya - dengan pahlawan penegak hukum kita telah memulihkan ketertiban di Capitol - pada pukul 03.40 hari ini menunjukkan kekuatan lembaga politik Amerika dan mewakili kemenangan bagi supremasi hukum dan pemerintahan konstitusional di Amerika," lanjut Pompeo dalam cuitannya.