Kongres AS Sahkan Kemenangan Biden di Pilpres, Ini Kata Trump

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 16:50 WIB
President Donald Trump listens during an event on Operation Warp Speed in the Rose Garden of the White House, Friday, Nov. 13, 2020, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)
Donald Trump (dok. AP Photo/Evan Vucci)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, merilis pernyataan terbaru setelah Kongres AS resmi mengesahkan kemenangan Presiden terpilih AS, Joe Biden, dalam pilpres AS 2020. Trump menyatakan meski tidak sepakat dengan hasil pilpres, dia menjanjikan transisi kekuasaan berlangsung tertib.

Seperti dilansir CNN, Kamis (7/1/2021), Trump dalam pernyataannya menyebut keputusan Kongres AS secara resmi mengesahkan kemenangan Biden 'mewakili akhir dari periode pertama terhebat dalam sejarah kepresidenan'.

"Meskipun saya sama sekali tidak setuju dengan hasil pemilihan, dan faktanya seperti itu bagi saya, namun akan ada transisi secara tertib pada 20 Januari," tegas Trump dalam pernyataan tertulisnya, merujuk pada tanggal pelantikan Biden sebagai Presiden ke-46 AS.

Lebih lanjut, Trump kembali melontarkan klaim-klaim keliru soal pilpres yang sebelumnya memicu aksi penyerbuan Gedung Capitol AS oleh para pendukungnya.

"Saya selalu mengatakan kita akan melanjutkan perjuangan kita untuk memastikan bahwa hanya suara sah yang dihitung. Meskipun ini merupakan akhir dari periode pertama terhebat dalam sejarah kepresidenan, ini hanyalah awal perjuangan kita untuk Membuat Amerika Hebat Lagi (Make America Great Again)," tegasnya.

Kongres AS dalam pengesahannya pada Kamis (7/1) dini hari waktu setempat menetapkan Biden sebagai pemenang pilpres AS 2020 dengan meraup 306 electoral votes, jauh melebihi batas minimum 270 electoral votes. Sementara Trump ditetapkan meraup 232 electoral votes.

Pengesahan itu diumumkan secara resmi oleh Wakil Presiden AS, Mike Pence, yang menjalankan tugasnya memimpin sidang ini sebagai Presiden Senat AS. Pengesahan sempat diwarnai sejumlah keberatan yang diajukan Partai Republik. Namun baik House of Representatives atau DPR AS maupun Senat AS kompak menolak keberatan yang diajukan untuk hasil voting Electoral College di negara bagian Pennsylvania, Georgia, Arizona, Nevada dan Michigan.

(nvc/ita)