Keberatan Partai Republik Tunda Pengesahan Kemenangan Biden di Kongres AS

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 15:30 WIB
Vice President Mike Pence and House Speaker Nancy Pelosi preside over a Joint session of Congress to certify the 2020 Electoral College results after supporters of President Donald Trump stormed the Capitol earlier in the day on Capitol Hill in Washington, DC on January 6, 2020. - Members of Congress returned to the House Chamber after being evacuated when protesters stormed the Capitol and disrupted a joint session to ratify President-elect Joe Bidens 306-232 Electoral College win over President Donald Trump. (Photo by Erin Schaff / POOL / AFP)
Wakil Presiden AS, Mike Pence, memimpin jalannya sidang gabungan Kongres AS untuk mengesahkan kemenangan Joe Biden dalam pilpres (Erin Schaff/POOL/AFP)

Sebelumnya, keberatan juga diajukan oleh Partai Republik terhadap hasil voting Electoral College di negara bagian Arizona -- yang juga dimenangkan Biden. Baik Senat maupun DPR AS kompak menolak keberatan itu.

Hasil voting para Senator AS menunjukkan 93 Senator menolak dan hanya enam Senator mendukung. Sedangkan mayoritas 303 anggota DPR AS, termasuk 82 dari Partai Republik menolak keberatan itu. Namun ada 121 anggota yang semuanya dari Partai Republik mendukung keberatan itu.

Sidang gabungan, antara DPR dan Senat AS, ini bertujuan mengesahkan hasil voting Electoral College dari seluruh 50 negara bagian AS untuk mengonfirmasi kemenangan Biden dalam pilpres 3 November lalu. Proyeksi menyebut Biden menang atas Trump dengan 306 electoral votes melawan 232 electoral votes.

Wakil Presiden AS, Mike Pence, yang juga menjabat Presiden Senat AS memimpin jalannya sidang gabungan Kongres AS itu. Peran Pence sebagian besar bersifat seremonial dan dia tidak memiliki wewenang untuk mempengaruhi hasilnya, meskipun Trump berharap sebaliknya.

Halaman

(nvc/ita)