Seorang Perempuan Tewas Tertembak saat Massa Trump Dobrak Gedung Capitol

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 06:41 WIB
WASHINGTON, DC - JANUARY 06: Protesters gather on the U.S. Capitol Building on January 06, 2021 in Washington, DC. Pro-Trump protesters entered the U.S. Capitol building after mass demonstrations in the nations capital during a joint session Congress to ratify President-elect Joe Bidens 306-232 Electoral College win over President Donald Trump.   Tasos Katopodis/Getty Images/AFP
Massa Trump dobrak Capitol AS (Foto: AFP/TASOS KATOPODIS)
Washington DC -

Seorang perempuan tertembak dalam kerusuhan di gedung Capitol AS. Perempuan tersebut meninggal dunia.

"Ya wanita yang ditembak di dalam Capitol dibawa ke rumah sakit daerah," kata juru bicara Departemen Kepolisian Metropolitan DC, Dustin Sternbeck, dilansir CNN, Kamis (7/1/2021).

Sternbeck mengatakan "rincian tambahan akan diberikan karena ini masih dalam investigasi MPD," jelasnya.

Sementara itu, Trump kini membela tindakan para pendukungnya yang menyerbu dan merusak gedung Capitol.

"Ini adalah peristiwa yang terjadi ketika kemenangan pemilu yang sakral luntur begitu saja dan dengan kejam dilucuti," kata Trump di Twitter.

"Ingatlah hari ini selamanya!" lanjutnya.

Pada akhir tweet, Trump juga meminta perusuh untuk "pulang dengan cinta dan damai."

Massa Dobrak Capitol Teriak 'We Want Trump'

Massa pendukung Donald Trump mendobrak Gedung Capitol, Washington DC, saat anggota kongres AS bersidang untuk menetapkan kemenangan Joe Biden di Pemilu AS. Massa menduduki Capitol dan meneriakkan dukungan kepada Trump.

Dilansir BBC, Kamis (7/1/2021), massa pendukung Trump meneriakkan yel-yel 'We Want Trump' saat mendobrak ke Capitol. Polisi menyebut massa datang dari luar Washington.

Massa menduduki gedung Capitol bahkan melukai sejumlah polisi. Seorang demonstran bahkan menduduki kursi ketua senat AS dan berselfie-ria di sana.

Seorang perempuan dikabarkan tewas tertembak di tengah kerusuhan. Polisi juga menyatakan sudah menangkap sejumlah orang.

Trump sudah merilis video berisi pesan meminta massa pendukungnya pulang. Polisi juga dikabarkan sudah mengamankan gedung Capitol dari massa.

Sementara sidang pengesahan kemenangan Biden ditunda. Belum ada kabar soal kelanjutan sidang.

Juru bicara Trump, Kayleigh McEnany, menyatakan National Guard sudah dikerahkan untuk mengamankan Capitol.

Biden marah dengan peristiwa tersebut dan menyebutnya sebagai pemberontakan.

(lir/tor)