Trump Minta Massa yang Serbu Gedung Capitol AS Bubarkan Diri

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 05:08 WIB
Trump supporters clash with police and security forces as they storm the US Capitol in Washington D.C on January 6, 2021. - Demonstrators breeched security and entered the Capitol as Congress debated the a 2020 presidential election Electoral Vote Certification. (Photo by ROBERTO SCHMIDT / AFP)
Massa Trump demo di Gedung Capitol AS (Foto: AFP/ROBERTO SCHMIDT)
Washington DC -

Presiden Donald Trump meminta pendukungnya untuk 'pulang' setelah mereka menyerbu gedung Capitol AS. Trump mengatakan bahwa harus ada perdamaian dan ketertiban.

Dilansir AFP, Kamis (7/1/2021) pada saat menyuruh pendukungnya untuk meninggalkan gedung Capitol, Trump juga mengulangi tuduhannya dan menghasut bahwa pemilu 3 November yang dimenangkan oleh Joe Biden 'dicuri'.

"Saya mengerti rasa sakit Anda," kata Trump dalam video satu menit di Twitter. "Kita mengalami pemilu yang dicuri dari kita," tambahnya. '

"Tapi kalian harus pulang sekarang. Kita harus memiliki perdamaian. Kita harus memiliki hukum dan ketertiban," tegasnya.

Pendukung Trump menyerbu gedung Capitol AS dan memaksa Kongres untuk mengesahkan kemenangan Joe Biden dihentikan sementara. Polisi juga telah menembakkan gas air mata untuk menahan massa yang mencoba masuk ke gedung.

Sementara itu, Presiden terpilih Joe Biden mengecam penyerangan gedung Capitol oleh pendukung Trump itu. Dia menyebut peristiwa itu sebagai 'pemberontakan' dan meminta Trump untuk mengakhiri pengepungan.

"Pada saat ini, demokrasi kita berada di bawah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Biden di Wilmington, setelah ratusan pendukung Trump memprotes kekalahan dan memenuhi gedung Capitol.

"Saya minta Presiden Trump untuk tampil di televisi nasional sekarang untuk... menuntut diakhirinya pengepungan ini," kata Biden.

"Menyerbu Capitol, menghancurkan jendela, menduduki kantor, lantai Senat Amerika Serikat... Mengancam keselamatan pejabat terpilih? Ibu bukan protes, ini pemberontakan," katanya.

(lir/lir)