2 Orang di Prancis dan Jerman Tewas Akibat Kembang Api Tahun Baru

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 02 Jan 2021 14:25 WIB
Bagi jutaan warga Amerika, memperingati hari kemerdekaan pada tanggal 4 Juli selalu disertai dengan berbagai acara dan tradisi. Corona membuat semuanya berbeda.
Ilustrasi kembang api (dok. AP/Charlie Riedel)
Paris -

Seorang pria muda di pinggiran Prancis tewas setelah kembang api Tahun Baru tiba-tiba meledak saat tengah diinspeksi. Seorang pria muda lainnya tewas saat menyalakan kembang api rakitan sendiri di Jerman.

Seperti dilansir Associated Press, Sabtu (2/1/2021), otoritas Prancis menuturkan pada Jumat (1/1) waktu setempat bahwa seorang pria berusia 25 tahun meninggal seketika akibat ledakan kembang api di Boofzheim, dekat perbatasan Prancis dengan Jerman.

Seorang pria lainnya menjalani perawatan medis atas cedera wajah yang dialaminya dalam insiden yang sama. Kembang api untuk perayaan Tahun Baru meledak tiba-tiba saat tengah diperiksa oleh kedua pria itu.

Otoritas setempat melarang kembang api saat malam Tahun Baru dan jam malam diberlakukan untuk mencegah orang-orang berkumpul di tempat umum selama pandemi virus Corona (COVID-19).

Sementara di Jerman, kepolisian setempat menuturkan seorang pria berusia 24 tahun tewas setelah menyalakan kembang api rakitan atau buatan sendiri di wilayah Rietz-Neuendorf, sekitar 30 kilometer sebelah tenggara Berlin.

Disebutkan kepolisian bahwa para peledak menemukan beberapa perangkat yang belum digunakan di sekitar lokasi insiden tersebut.

Otoritas Jerman melarang penjualan kembang api untuk tahun ini, demi mencegah perkumpulan dalam jumlah besar dan mengurangi kasus cedera serius yang memenuhi rumah sakit setiap malam Tahun Baru.

Tonton juga video 'Bandelnya Warga Brasil Gelar Pesta Tahun Baru di Pantai':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/rdp)