Inggris Keluar dari Pasar Tunggal Eropa, Brexit Resmi Berlaku

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 01 Jan 2021 14:04 WIB
The union flag flies over the Houses of Parliament in Westminster, in central London, Britain June 24, 2016.     REUTERS/Phil Noble
Bendera Inggris (Foto: REUTERS/Phil Noble)
London -

Inggris resmi berpisah dari Uni Eropa. Perpisahan itu ditandai dengan keluarnya Inggris dari pasar tunggal Uni Eropa dan serikat pabean.

Dilansir dari AFP dan AP News, Jumat (1/1/2021), Brexit, yang mendominasi hubungan politik Inggris dengan Uni Eropa, pun akhirnya menjadi nyata saat jarum jam Big Ben di London menunjukkan pukul 23.00 waktu setempat. Empat setengah tahun setelah warga Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa dalam referendum Brexit 2016.

Kepergian Inggris dari pasar tunggal blok Eropa ini pun menyelesaikan perubahan ekonomi tunggal terbesar yang dialami negara itu sejak Perang Dunia II. Kesepakatan perdagangan Inggris-UE yang berbeda akan membawa pembatasan dan birokrasi baru, tetapi bagi pendukung Brexit Inggris, itu berarti merebut kembali kemerdekaan nasional dari UE dan jaringan aturannya.

Secara hukum, Inggris meninggalkan Uni Eropa pada 31 Januari 2020. Namun, Inggris berada dalam masa transisi selama pembicaraan sulit untuk mengamankan perjanjian perdagangan bebas dengan Brussels, yang akhirnya dicapai pada Malam Natal.

Kini, masa transisi telah berakhir, sehingga aturan Uni Eropa tak lagi berlaku. Hal ini berarti berakhirnya pergerakan bebas lebih dari 500 juta orang antara Inggris dan 27 negara Uni Eropa.

Pemeriksaan perbatasan bea cukai juga kembali untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, dan meskipun ada kesepakatan perdagangan bebas yang memungkinkan Inggris melanjutkan akses ke hampir 450 juta konsumen Eropa, antrean dan gangguan dari dokumen tambahan diperkirakan terjadi.

Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, mengatakan, perginya Inggris dari Uni Eropa merupakan momen luar biasa bagi negaranya. Dengan keluarnya dari Uni Eropa, Johnson mengatakan, kebebasan Inggris ada di tangan sendiri.

"Ini adalah momen yang luar biasa bagi negara ini," kata Johnson dalam pesan Malam Tahun Barunya.

"Kami memiliki kebebasan di tangan kami dan terserah kami untuk memanfaatkannya sebaik mungkin," imbuhnya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah angkat bicara mengenai perginya Inggris dari Uni Eropa. Meski menyesalkan, Macron menegaskan Inggris tetap teman dan sekutu.

"Inggris tetap tetangga kami, tetapi juga teman dan sekutu kami," katanya.

(mae/mae)