Inggris Resmi Tinggalkan Uni Eropa, PM Boris Johnson: Momen Luar Biasa

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 01 Jan 2021 13:11 WIB
(FILES) In this file photo taken on July 23, 2019 new Conservative Party leader and incoming prime minister Boris Johnson arrives at the Conservative party headquarters in central London. - On July 23, 2019, party members choose Brexit figurehead Boris Johnson as their new leader. He becomes prime minister the next day. (Photo by Niklas HALLEN / AFP)
PM Inggris Boris Johnson (Foto: AFP/NIKLAS HALLE'N)
London -

Hari ini, Inggris memulai era baru. Era baru di Britania Raya itu dimulai setelah resmi berpisah dari Uni Eropa.

Inggris berhenti mengikuti aturan UE pada pukul 23.00 waktu setempat, Kamis (31/12/2020), karena pengaturan pengganti untuk perjalanan, perdagangan, imigrasi, dan kerja sama keamanan mulai berlaku.

Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, mengatakan kini Inggris memiliki kebebasan dan kemampuan untuk melakukan berbagai hal secara berbeda dan lebih baik sekarang setelah proses Brexit yang panjang telah berakhir.

"Ini adalah momen yang luar biasa bagi negara ini," kata Johnson dalam pesan Malam Tahun Barunya.

"Kami memiliki kebebasan di tangan kami dan terserah kami untuk memanfaatkannya sebaik mungkin," imbuhnya.

Sementara, para menteri Inggris memperingatkan akan ada beberapa gangguan dalam beberapa hari dan minggu mendatang, karena aturan baru mulai berlaku dan perusahaan Inggris yang berdagang dengan Uni Eropa itu menyetujui perubahan tersebut. Namun, para pejabat bersikeras sistem perbatasan baru telah siap.

Untuk diketahui, Inggris secara resmi meninggalkan blok politik dan ekonomi yang beranggotakan 27 negara itu pada 31 Januari 2020, tiga setengah tahun setelah warga Inggris memilih untuk pergi dalam referendum Brexit 2016.

Inggris kemudian sempat mengalami stuck pada aturan perdagangan Uni Eropa selama 11 bulan terakhir, sementara kedua belah pihak menegosiasikan kemitraan ekonomi masa depan mereka.

Setelah pembicaraan perdagangan berakhir, perjanjian penting akhirnya disepakati pada malam Natal. Perjanjian itu kemudian menjadi undang-undang di Inggris pada hari Rabu setelah disetujui oleh Parlemen.

Di bawah pengaturan baru, yang mulai berlaku pada pukul 24.00 waktu setempat, pabrikan Inggris akan memiliki akses bebas tarif ke pasar internal Uni Eropa, yang berarti tidak akan ada pajak impor atas barang yang melintasi antara Inggris dan benua itu.

Tetapi itu berarti lebih banyak dokumen untuk bisnis dan orang yang bepergian ke negara-negara Uni Eropa sementara masih ada ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi pada perbankan dan layanan, yang merupakan bagian utama dari ekonomi Inggris.

(mae/dnu)