Serangan Rudal Israel Tewaskan Enam Petempur di Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 26 Des 2020 11:34 WIB
A warplane carries out a bombing run above Syria near the Israeli-Syrian border as it is seen from the Israeli-occupied Golan Heights , Israel July 24, 2018. REUTERS/Ammar Awad
ilustrasi (Foto: REUTERS/Ammar Awad)
Jakarta -

Serangan rudal Israel di Suriah dilaporkan menewaskan sedikitnya enam petempur yang didukung Iran.

Kelompok HAM, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (26/12/2020), bahwa semua korban tewas merupakan paramiliter asing yang bertempur bersama pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Kepala Observatorium, Rami Abdul Rahman mengatakan, rudal-rudal yang ditembakkan pada Jumat (25/12) waktu setempat dari wilayah udara Lebanon itu, mengenai posisi yang diduduki oleh para milisi yang didukung Iran di distrik Masyaf, provinsi Hama.

Satu rudal juga menargetkan pusat penelitian yang dikelola pemerintah, di mana rudal darat-ke-darat dikembangkan dan disimpan.

Pakar-pakar Iran diyakini bekerja di pusat penelitian tersebut.

Militer Israel mengatakan tidak akan mengomentari laporan media tersebut.

Observatorium menyatakan, pusat penelitian di Masyaf telah beberapa kali terkena serangan Israel dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Amerika Serikat, gas sarin sedang dikembangkan di pusat penelitian tersebut. Namun, klaim ini dibantah oleh otoritas Suriah, yang mengatakan negara itu tidak memiliki senjata kimia sejak membongkar persenjataannya berdasarkan perjanjian 2013.

Kantor berita negara Suriah, SANA mengatakan bahwa sistem pertahanan udara mencegat rudal-rudal yang ditembakkan oleh Israel ke Masyaf.

"Pertahanan udara kami mencegat serangan Israel di daerah Masyaf," lapor SANA.

Dikatakan pertahanan udara menghantam sebagian besar rudal sebelum mencapai target mereka.

Selanjutnya
Halaman
1 2