Kanada Beri Bantuan Nyaris Rp 1 T untuk Badan Pengungsi Palestina

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 12:57 WIB
A woman holds a Palestinian flag during a protest calling for lifting the Israeli blockade on Gaza and demanding the right to return to their homeland, at the Israel-Gaza border fence in Gaza October 19, 2018. REUTERS/Mohammed Salem
Ilustrasi (Dok. Reuters)
Ottawa -

Otoritas Kanada mengumumkan pihaknya akan memberikan bantuan pendanaan sebesar CAN$ 90 juta (Rp 999 juta) untuk Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bagi Pengungsi Palestina (UNRWA). Bantuan diberikan saat UNRWA mengalami kesulitan keuangan usai pemotongan pendanaan dari Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir AFP, Selasa (22/12/2020), bantuan keuangan dari Kanada yang besarnya nyaris mencapai Rp 1 triliun itu akan diberikan dalam waktu tiga tahun ke depan. Bantuan itu diberikan setelah bulan lalu, kepala UNRWA memperingatkan bahwa lembaganya menghadapi 'krisis keuangan terburuk' yang pernah ada.

UNRWA diketahui mengelola sekolah-sekolah dan memberikan layanan kesehatan juga bantuan kemanusiaan terhadap sekitar 5,7 warga Palestina yang berstatus pengungsi.

"Dukungan ini akan membantu menghadapi meningkatnya kebutuhan pengungsi Palestina yang rentan di lima area operasional UNRWA (Tepi Barat, Gaza, Suriah, Lebanon dan Yordania)," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Kanada.

Ditambahkan bahwa bantuan itu akan memungkinkan lebih dari setengah juta anak untuk menerima pendidikan berkualitas dan akan membantu membiayai lebih dari 140 klinik kesehatan, serta menyediakan tempt tinggal dan makanan bagi para pengungsi yang kurang mampu.

"Kebutuhan pengungsi Palestina tidak bisa disangkal, khususnya selama pandemi global. Mereka menghadapi tingkat kemiskinan tinggi, ketidakamanan pangan dan pengangguran," sebut Menteri Pembangunan Internasional Kanada, Karina Gould.

Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau, memulihkan bantuan untuk UNRWA tahun 2016, setelah selama empat tahun sebelumnya mengalami pemotongan oleh pendahulunya yang konservatif, PM Stephen Harper.

Selanjutnya
Halaman
1 2