Pamer Kekuatan ke Iran, Kapal Selam Nuklir AS Lintasi Selat Hormuz

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 11:41 WIB
In this photo made available by the U.S. Navy, the guided-missile submarine USS Georgia transits the Strait of Hormuz in Persian Gulf, Monday, Dec. 21, 2020. The USS Georgia traversed the strategically vital waterway between Iran and the Arabian Peninsula on Monday, the U.S. Navy said, a rare announcement that comes amid rising tensions with Iran. (Mass Communication Specialist 2nd Class Indra Beaufort/U.S. Navy via AP)
Kapal selam bertenaga nuklir milik AS, USS Georgia (Mass Communication Specialist 2nd Class Indra Beaufort/U.S. Navy via AP)
Washington DC -

Sebuah kapal selam bertenaga nuklir milik Amerika Serikat (AS) melintasi perairan Selat Hormuz pada Senin (21/12) waktu setempat. Hal ini dimaksudkan sebagai aksi pamer kekuatan AS pada Iran, menjelang peringatan kematian Jenderal Iran, Qasem Soleimani, yang tewas dalam serangan drone AS di Irak awal tahun ini.

Seperti dilansir AFP, Selasa (22/12/2020), USS Georgia yang bisa membawa 154 rudal jelajah Tomahawk dan 66 tentara pasukan khusus ini, biasanya tidak mengungkapkan keberadaannya saat melakukan misi penyelaman.

Namun Angkatan Laut AS atau US Navy dalam pernyataannya mengungkapkan posisi USS Georgia yang melintasi Selat Hormuz pada Senin (21/12) waktu setempat. Pernyataan itu disertai foto USS Georgia di permukaan, yang dikawal kapal jelajah USS Port Royal dan USS Philippine Sea.

Selat Hormuz merupakan selat strategis yang secara rutin diancam akan diblokir oleh Iran.

"(Kehadiran USS Georgia) Menunjukkan komitmen Amerika Serikat kepada mitra regional dan bagi keamanan maritim dengan kemampuan spektrum penuh untuk tetap siap mempertahankan diri dari ancaman apapun setiap saat," demikian pernyataan US Navy.

Para pejabat militer AS khawatir akan serangan Iran untuk membalas kematian Soleimani, yang tewas dalam serangan drone AS di dekat Bandara Baghdad, Irak, pada 3 Januari lalu.

Kepala Pasukan AS di kawasan Timur Tengah, Jenderal Frank McKenzie, menuturkan kepada wartawan pada Minggu (20/12) waktu setempat bahwa AS 'siap untuk bereaksi' jika Iran menyerang mereka.