AS Siap Hadapi Serangan Jelang Peringatan Tewasnya Jenderal Iran

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 21 Des 2020 13:46 WIB
FILE - In this Sept. 18, 2016, file photo provided by an official website of the office of the Iranian supreme leader, Revolutionary Guard Gen. Qassem Soleimani, center, attends a meeting in Tehran, Iran. Iraqi TV and three Iraqi officials said Friday, Jan. 3, 2020, that Soleimani, the head of Iran’s elite Quds Force, has been killed in an airstrike at Baghdad’s international airport. (Office of the Iranian Supreme Leader via AP, File)
Jenderal Qasem Soleimani (Foto: Office of the Iranian Supreme Leader via AP, File)
Jakarta -

Otoritas Amerika Serikat menyatakan "siap untuk bereaksi" jika Iran melancarkan serangan untuk menandai peringatan setahun tewasnya jenderal berpengaruh Iran, Qasem Soleimani akibat serangan drone AS di Irak.

"Kami siap untuk membela diri, teman dan mitra kami di kawasan ini, dan kami siap untuk bereaksi jika perlu," kata Jenderal Kenneth McKenzie, kepala pasukan AS di Timur Tengah kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (21/12/2020).

Hal itu disampaikan McKenzie di tengah tur Timur Tengah-nya, beberapa minggu sebelum peringatan setahun tewasnya Soleimani oleh serangan pesawat tak berawak (drone) AS di dekat bandara Baghdad, Irak pada 3 Januari 2019 lalu.

"Penilaian saya adalah kami berada dalam posisi yang sangat baik dan kami akan bersiap untuk apa pun yang mungkin dipilih oleh Iran atau wakil mereka untuk mereka lakukan," kata McKenzie, seorang jenderal kelautan bintang empat yang mengepalai Komando Pusat AS (Centcom)

Komandan Centcom itu mengatakan dia baru-baru ini mengunjungi Baghdad, di mana dia bertemu dengan kepala koalisi anti-jihadis, Jenderal AS, Paul Calvert, serta kepala staf militer Irak, Jenderal Abdul Amir Yarallah.

McKenzie mengatakan dia juga pergi ke Suriah untuk bertemu dengan pasukan Amerika yang ditempatkan di pangkalan kecil selatan di Al-Tanf, dekat perbatasan dengan Yordania dan Irak.

Sebagai tanda nyata kekhawatiran para pemimpin militer AS tentang niat Iran setelah pembunuhan Soleimani, tur McKenzie saat ini tidak diumumkan sebelumnya.