Round-Up

Silat Lidah Pangeran Saudi dengan Menteri Negeri Yahudi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Des 2020 05:00 WIB
Mengapa ada aliansi rahasia Arab Saudi dan Israel?
Foto: Bendera Arab Saudi dan Israel (BBC World)
Ramallah -

Seorang Pangeran Arab Saudi bersilat lidah dengan salah seorang menteri Israel terkait masalah Palestina. Semua bermula ketika Pangeran Saudi itu mengkritik negeri Yahudi itu.

Seperti dilansir AFP, Senin (7/12/2020), perang kata-kata ini terjadi beberapa bulan setelah Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain melanggar konsensus Arab yang dipegang selama bertahun-tahun dengan menormalisasi hubungan dengan Israel. Langkah itu dikecam Palestina sebagai 'tikaman di punggung'.

Pangeran Turki al-Faisal, yang merupakan mantan kepala intelijen Saudi dan dikabarkan dekat dengan pemimpin Kerajaan Saudi, menegaskan kembali dukungan kuat untuk perjuangan Palestina dalam presentasi berapi-api di forum keamanan Dialog Manama.

Dengan memakai bahasa yang sangat blak-blakan, yang tergolong tidak biasa, Pangeran Turki menyebut Israel sebagai 'negara kecil yang terancam keberadaannya, dikelilingi pembunuh haus darah yang ingin memusnahkan keberadaannya'.

"Dan mereka mengaku ingin bersahabat dengan Arab Saudi," tuturnya.

Lebih lanjut, Pangeran Turki menggambarkan Israel sebagai 'kekuatan penjajah Barat' dan menguraikan sejarah penggusuran paksa orang-orang Palestina dan penghancuran desa-desa mereka.

"(Orang-orang Palestina) Ditahan dalam kamp-kamp konsentrasi dengan tuduhan keamanan paling rapuh -- tua dan muda, wanita dan pria, yang membusuk di sana tanpa mendapat keadilan," tuduhnya.

Disebutkan Pangeran Turki bahwa otoritas Israel 'menghancurkan rumah-rumah sesuai keinginan mereka, dan membunuh siapa saja yang mereka inginkan'.

Bagaimana respons Israel? Klik halaman selanjutnya.