Polisi Filipina Ancam Hukum Cambuk Pelanggar Social Distancing Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 11:38 WIB
Ribuan polisi beserta tentara dikerahkan untuk amankan kawasan Manila yang mulai dikunci hari ini, Minggu (15/3). Lockdown dilakukan guna mencegah virus corona.
Ilustrasi (AP Photo/Aaron Favila)
Manila -

Kepolisian Filipina mengancam akan menerapkan hukuman cambuk terhadap orang-orang yang melanggar protokol social distancing selama pandemi virus Corona (COVID-19). Disebutkan bahwa hukuman cambuk ini bisa dilakukan secara langsung terhadap para pelanggar oleh polisi yang berpatroli.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (5/12/2020), warga Filipina diketahui merayakan salah satu musim Natal terlama di dunia, yang dimulai sejak September dan banyak orang mendatangi mal serta pusat perbelanjaan meskipun ada pandemi Corona.

Komandan Satuan Tugas Virus Corona Filipina, Jenderal Polisi Cesar Binag, dalam konferensi pers terbaru menyatakan bahwa polisi dan tentara akan berpatroli di area-area publik di ibu kota Manila -- hotspot penularan Corona -- sambil membawa tongkat rotan sepanjang 1 meter yang digunakan untuk mengukur jarak antar orang-orang.

"Itu juga bisa digunakan untuk mencambuk mereka yang keras kepala," cetus Binag.

Dia menegaskan bahwa 'patroli social distancing' akan fokus pada area yang ramai orang seperti pusat transportasi dan pasar.

Rencana penerapan hukuman cambuk ini kemungkinan akan memicu komentar dari kalangan aktivis HAM yang telah sejak lama mengkritik pendekatan ala militer yang diambil pemerintah Filipina dalam menghadapi pandemi Corona.

Otoritas Filipina sejauh ini telah menangkap, memperingatkan dan menghukum sekitar 700 ribu orang sejak pandemi Corona terdeteksi di negara ini pada Maret lalu. Ratusan ribu orang itu ditindak karena melanggar langkah pembatasan seperti mengabaikan protokol jaga jarak fisik dan tidak memakai masker.

Presiden Rodrigo Duterte menerapkan salah satu lockdown paling ketat dan terlama sejak pertengahan Maret lalu, yang membuat perekonomian Filipina terhenti. Sejumlah langkah pembatasan telah dicabut pada Juni lalu demi memungkinkan lebih banyak bisnis yang dibuka kembali.

Menjelang musim liburan Natal dan Tahun Baru, pemerintah Filipina melarang digelarnya pesta Natal, acara kumpul keluarga dan aktivitas bernyanyi lagu Natal di luar rumah. Sejauh total 436.345 kasus Corona terkonfirmasi di wilayah Filipina, dengan 8.509 kematian.

(nvc/rdp)