Puluhan Militan Terkait ISIS Tembaki Detasemen Militer Filipina

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 16:59 WIB
Police wearing to prevent the spread of the coronavirus check a burned patrol car in Datu Piang, Maguindanao province, southern Philippines on Friday Dec. 4, 2020. Dozens of Muslim militants aligned with the Islamic State group opened fire on a Philippine army detachment and burned a police patrol car in a southern town but withdrew after troops returned fire, officials said Friday. (AP Photo/Ferdinandh Cabrera)
Selain menembaki detasemen militer Filipina, militan terkait ISIS juga membakar mobil patroli polisi (AP Photo/Ferdinandh Cabrera)
Manila -

Puluhan militan yang masih terkait kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) melakukan penembakan di sebuah detasemen militer Filipina di Maguindanao. Para militan itu sempat membakar sebuah mobil patroli polisi sebelum melarikan diri saat tentara Filipina membalas tembakan mereka.

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (4/12/2020), insiden ini terjadi di kota Datu Piang, Maguindanao, Filipina bagian selatan pada Kamis (3/12) malam waktu setempat. Belum ada laporan soal korban luka maupun korban jiwa akibat serangan ini.

Dilaporkan ada sekitar 30-50 militan bersenjata yang menyerang detasemen militer tersebut. Otoritas setempat meyakini serangan didalangi oleh Petempur Kebebasan Islamis Bangsamoro, yang bersekutu dengan ISIS.

Meskipun terjadi singkat, serangan itu memicu kepanikan warga setempat dan mengingatkan pada kepungan militan tahun 2017 di Marawi yang berlangsung selama lima bulan sebelum berhasil ditumpas pasukan militer Filipina.

"Kita berhasil mengendalikan situasi. Ini hanyalah kasus terisolasi," sebut komandan militer regional Filipina, Letnan Jenderal Corleto Vinluan Jr, dalam pernyataannya.

Beberapa pejabat keamanan Filipina memberikan pernyataan berbeda-beda soal motif serangan itu. Beberapa menyebut para militan itu menargetkan Kepala Kepolisian Datu Piang terkait sebuah pertikaian, namun yang lain berspekulasi bahwa militan itu ingin menunjukkan mereka masih memiliki kekuatan yang harus diperhitungkan dengan menyerang detasemen militer Filipina di pusat kota.

Para pejabat setempat membantah laporan awal yang menyebut para militan berhasil menduduki sebuah kantor polisi setempat dan membakar sebuah gereja Katolik Roma.

Selanjutnya
Halaman
1 2