Round-Up

Wanti-wanti Israel ke Warga soal Dendam Iran yang Membara

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 05 Des 2020 04:36 WIB
Israel kembali terapkan lockdown guna cegah virus Corona. Peringatan hari raya umat Yahudi yakni Yom Kippur pun digelar di tengah penerapan lockdown di Israel.
Foto: Warga Yahudi di Israel (AP Photo/Ariel Schalit)
Tel Aviv -

Otoritas Israel mewanti-wanti warganya yang di luar negeri agar berhati-hati terhadap dendam membara Iran. Iran menyerukan akan membalas kematian ilmuwan nuklir terkemuka yang dibunuh pekan lalu.

Mohsen Fakhrizadeh, seorang ilmuwan nuklir Iran, tewas dalam serangan bom dan serangan bersenjata di jalanan Teheran pada Jumat (27/11) pekan lalu. Otoritas Iran menyalahkan Israel dan badan intelijennya, Mossad, sebagai dalang di balik pembunuhan itu. Iran juga bersumpah akan membalas kematian Fakhrizadeh.

"Mengingat ancaman baru-baru ini dari elemen Iran... kami khawatir Iran akan menyerang target-target Israel," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel, seperti dilansir AFP, Jumat (4/12/2020).

Kementerian Luar Negeri Israel memperingatkan bahwa potensi serangan bisa melanda warga-warga Israel yang ada di Afrika dan di negara-negara yang secara geografis dekat dengan Iran, seperti Georgia, Azerbaijan, Turki, wilayah Kurdi di Irak, Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Uni Emirat Arab dan Bahrain diketahui telah sepakat menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel pada September lalu. Penerbangan komersial antara Dubai dan Tel Aviv mulai dipulihkan sejak akhir bulan lalu.

Menteri Luar Negeri Israel, Gabi Ashkenazi, yang dijadwalkan mengunjungi Bahrain pada akhir pekan untuk menghadiri konferensi regional, dilaporkan membatalkan kunjungan itu setelah Iran menyalahkan Israel atas kematian Fakhrizadeh dan mengancam akan membalas dendam.

Otoritas Israel tidak menanggapi langsung tuduhan Iran. Namun Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, pada Kamis (3/12) waktu setempat, menuduh Iran memanfaatkan kesepakatan nuklir internasional untuk 'memperluas' pengaruhnya di Irak, Yaman dan Suriah. Netanyahu menyebut kesepakatan nuklir itu membuat 'macan' keluar kandang.

Secara terpisah, Dewan Nasional Keamanan Israel, yang menyinggung serangan-serangan di Prancis, Jerman dan Austria, menyebut bahwa organisasi jihad global, khususnya kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), telah 'menunjukkan motivasi tinggi untuk melancarkan serangan teroris'.

"Ada kemungkinan bahwa bagian dari gelombang terorisme Islamis saat ini akan menjangkau target yang diidentifikasi terkait dengan Israel atau komunitas Yahudi, sinagoge, restoran kosher dan museum Yahudi," demikian bunyi peringatan Dewan Keamanan Nasional.

Setiap pelancong Israel juga diminta untuk memeriksa setiap peringatan terkait tujuan perjalanan mereka.

Selanjutnya
Halaman
1 2