Pejabat AS Ungkap Israel Dalangi Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 17:10 WIB
In this picture released by the official website of the office of the Iranian supreme leader, Mohsen Fakhrizadeh sits in a meeting with Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei in Tehran, Iran, Jan. 23, 2019. Fakhrizadeh, an Iranian scientist that Israel alleged led the Islamic Republics military nuclear program until its disbanding in the early 2000s was killed in a targeted attack that saw gunmen use explosives and machine gun fire Friday Nov. 27, 2020, state television said. Two others are unidentified. (Office of the Iranian Supreme Leader via AP)
Mohsen Fakhrizadeh (Office of the Iranian Supreme Leader via AP)

Sementara itu, pejabat AS yang sama menyebut bahwa level ancaman terhadap warga AS di kawasan Timur Tengah dilaporkan tidak meningkat sejak pembunuhan Fakhrizadeh, terutama karena Iran menyalahkan Israel atas pembunuhan itu. Namun AS meyakini Iran masih belum akan membalaskan kematian Jenderal Qassem Soleimani, pemimpin pasukan elite Iran, dan hal itu menjadi ranah komunitas intelijen As untuk diawasi saat ini.

Menurut pejabat senior ini, pemerintah AS memperkirakan kemungkinan aksi balasan Iran sekitar 3 Januari tahun depan saat peringatan satu tahun kematian Soleimani. Namun dijelaskan pejabat AS ini bahwa opsi Iran terbatas karena pelantikan Presiden terpilih AS, Joe Biden, akan digelar dua pekan setelah tanggal tersebut.

Langkah Iran untuk mengambil tindakan keras terhadap as -- terutama membunuh warga AS -- akan mempersulit Biden untuk mencabut sanksi terhadap Iran ketika dia resmi menjabat. Namun jika Iran tidak melakukan apa-apa, ancaman aksi balas dendam mereka akan terlihat hampa secara domestik dan oleh para pemain di kawasan.

Halaman

(nvc/ita)