AS Tawarkan Rp 70 M untuk Informasi Soal China Langgar Sanksi Korut

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 12:51 WIB
Presiden China Xi Jinping tiba di Korea Utara. Di sana ia disambut oleh pemimpin Korut Kim Jong Un. Ini menjadi lawatan pertama Xi Jinping sejak tahun 2005.
Ilustrasi -- Momen saat Presiden China, Xi Jinping, bertemu pemimpin Korut, Kim Jong-Un, beberapa waktu lalu (North Korea's Korean Central News Agency (KCNA) via Reuters)

"Di negara lain kita tidak melihat keleluasaan dan kedalaman aktivitas ilegal yang berkelanjutan dengan Korea Utara seperti ini, skalanya menempatkan China dalam pelanggaran mencolok terhadap kewajibannya," cetus Wong.

"Mereka berupaya menghidupkan kembali hubungan perdagangan dan transfer pendapatan ke Korea Utara, dengan demikian memastikan jangkauan China ke dalam perekonomian Korea Utara," imbuhnya.

Lebih lanjut, Wong menyatakan Departemen Luar Negeri AS meluncurkan situs di mana orang-orang bisa memberikan informasi soal praktik menghindari sanksi Korut dengan imbalan hingga US$ 5 juta.

Dia juga memperingatkan bahwa sanksi-sanksi baru bisa diterapkan terhadap individu dan entitas di dalam yurisdiksi China. "Kita telah memberlakukan banyak sanksi semacam itu di masa lalu, dan, saya ingin memberitahu Anda, lebih banyak lagi yang akan datang," ucap Wong memperingatkan.

AS juga menuduh China membantu Korut melakukan pencucian uang dari aktivitas pencurian dunia maya yang dilakukan untuk menggalang dana bagi program persenjataannya.

Halaman

(nvc/ita)