Komandan Garda Revolusi Iran Tewas dalam Serangan Udara

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 01 Des 2020 12:09 WIB
Pengebom bunuh diri sasar Garda Revolusi Iran, kelompok Muslim Sunni klaim bertanggung jawab
Ilustrasi -- Garda Revolusi Iran (dok. BBC World)
Baghdad -

Serangan udara di perbatasan Irak dan Suriah dilaporkan menewaskan seorang komandan Garda Revolusi Iran (IRGC). Serangan udara itu mengenai kendaraan yang ditumpangi sang komandan sebelum menyeberangi perbatasan.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (1/12/2020), informasi tersebut disampaikan oleh para pejabat keamanan dan milisi lokal Irak. Namun mereka tidak bisa mengonfirmasi identitas sang komandan Garda Revolusi Iran yang tewas.

Hanya disebutkan bahwa sang komandan sedang bersama tiga personel Garda Revolusi Iran lainnya saat serangan udara mengenai kendaraan yang mereka tumpangi. Insiden ini terjadi antara Sabtu (28/11) hingga Minggu (29/11) waktu setempat. Waktu pastinya tidak diketahui secara jelas.

Disebutkan dua sumber pejabat keamanan Irak bahwa kendaraan itu membawa persenjataan dan bergerak dari Irak menuju ke Suriah. Serangan udara menghantam mereka sesaat setelah kendaraan itu memasuki wilayah Suriah usai melewati perbatasan Irak.

Dua sumber tersebut menyebut bahwa kelompok paramiliter Irak yang didukung Iran membantu mengevakuasi jenazah sang komandan Garda Revolusi Iran dan para personel lainnya itu.

Sumber militer dan milisi setempat lainnya mengonfirmasi keterangan dua sumber pejabat keamanan Irak tersebut. Namun Reuters belum berhasil memverifikasi secara independen bahwa seorang komandan Iran tewas dalam serangan udara di perbatasan Irak-Suriah.

Insiden tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah seorang ilmuwan nuklir Iran yang bernama Mohsen Fakhrizadeh tewas dibunuh di Teheran. Otoritas Iran menyalahkan Israel sebagai dalang atas pembunuhan tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2