Maradona, Politik, dan Agama

Selain Dukung Prabowo, Maradona Juga Sempat Ingin Maju Pilpres

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 29 Nov 2020 14:39 WIB
BUENOS AIRES, ARGENTINA - NOVEMBER 26: A shirt with the image of former football star Diego Maradona hangs on a fence on November 26, 2020 in Buenos Aires, Argentina. Diego Maradona, considered one of the biggest football stars in history, died at 60 from a heart attack on Wednesday in Buenos Aires.  (Photo by Tomas Cuesta/Getty Images)
Maradona (Getty Images/Tomas Cuesta)
Jakarta -

Aksi-aksi luar lapangan hijau dari Diego Armando Maradona terus dikenang. Di lapangan politik, Maradona sempat memberi dukungan ke Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014. Di negaranya sendiri, dia sempat ingin maju ke Pilpres.

Perkenalan Maradona dengan Prabowo terjadi beberapa waktu sebelum Pemilu 2014. Kala itu, Prabowo menjadi calon presiden RI bersama cawapres Hatta Rajasa. Maradona kemudian mengungkapkan dukungan untuk Prabowo.

"Prabowo, Anda harus menang pemilu karena saya ingin ke Indonesia untuk beri Anda Selamat. Oke? Salam dari saya," begitu bunyi teks dalam video pernyataan Maradona yang diunggah akun Facebook Prabowo Subianto, 14 Juni 2014.

Di Argentina, obrolan soal majunya Maradona ke Pilpres tersiar pada Oktober 2018. Di Argentina, ada sosok Cristina Fernandez de Kirchner yang pernah menjabat sebagai Presiden pada 2007-2015. Pada 2019, dia dikabarkan bakal maju lagi ke Pilpres Argentina.

Dilansir Merco Press, Maradona menawarkan diri menjadi calon wakil presiden untuk pencapresan Kirchner. Dengan demikian, Maradona menjadi 'tiket' Cristina Fernandez menuju Pilpres Argentina 2019.

"Saya ingin maju dengan tiket bersama dia. Fidel Castro bilang ke saya bahwa saya harus mendedikasikan diri saya ke politik. Saya akan maju bersama dia, dengan Cristina," kata Maradona saat diwawancarai media Clarin.

Lihat juga video 'Presiden Argentina Beri Penghormatan Terakhir untuk Maradona':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2