International Updates

Iran Akan Balas Dendam Kematian Ilmuwan Nuklir, Gugatan Trump Ditolak Lagi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 18:11 WIB
Iranian President Hassan Rouhani is seen during meeting with health ministry top officials in Tehran, Iran, June 25, 2019. Official President website/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES
Presiden Iran Hassan Rouhani (Foto: Official President website/Handout via REUTERS)
Jakarta -

Salah satu ilmuwan nuklir paling terkemuka Iran tewas dalam serangan di luar Teheran, ibu kota Iran. Otoritas Iran menyalahkan musuh bebuyutan Israel atas pembunuhan itu dan mengancam akan melakukan pembalasan dendam.

Pembunuhan yang terjadi pada Jumat (27/11) waktu setempat itu bisa meningkatkan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat serta sekutu dekatnya Israel, bahkan berisiko menimbulkan konflik besar di Timur Tengah.

Kementerian Pertahanan Iran menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (28/11/2020), ilmuwan nuklir tersebut, Mohsen Fakhrizadeh (59) "terluka parah" ketika para penyerang menargetkan mobilnya sebelum terlibat dalam baku tembak dengan para pengawalnya.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (28/11/2020):

- Pengadilan Banding Tolak Gugatan Pilpres Trump di Pennsylvania

Pengadilan banding federal Amerika Serikat menolak upaya kampanye Presiden Donald Trump untuk memblokir Presiden terpilih Joe Biden agar tidak dinyatakan sebagai pemenang di negara bagian Pennsylvania. Ini merupakan pukulan lainnya atas upaya Trump untuk membatalkan pemilihan presiden 3 November lalu.

"Pemilu yang bebas dan adil adalah sumber kehidupan demokrasi kita. Tuduhan ketidakadilan itu serius. Tetapi menyebut pemilu tidak adil tidak lantas berarti demikian," tulis Stephanos Bibas atas nama panel tiga hakim.

"Dakwaan membutuhkan tuduhan khusus dan kemudian bukti. Kami tidak memiliki keduanya di sini," tulis Bibas seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (28/11/2020).

- Tuduh Israel Bunuh Ilmuwan Nuklirnya, Iran Ancam Akan Balas Dendam

Salah satu ilmuwan nuklir paling terkemuka Iran tewas dalam serangan di luar Teheran, ibu kota Iran. Otoritas Iran menyalahkan musuh bebuyutan Israel atas pembunuhan itu dan mengancam akan melakukan pembalasan dendam.

Pembunuhan yang terjadi pada Jumat (27/11) waktu setempat itu bisa meningkatkan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat serta sekutu dekatnya Israel, bahkan berisiko menimbulkan konflik besar di Timur Tengah.

Kementerian Pertahanan Iran menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (28/11/2020), ilmuwan nuklir tersebut, Mohsen Fakhrizadeh (59) "terluka parah" ketika para penyerang menargetkan mobilnya sebelum terlibat dalam baku tembak dengan para pengawalnya.

- 4 Polisi Prancis Ditahan Atas Pemukulan Produser Kulit Hitam

Otoritas Prancis menahan empat petugas polisi yang diduga melakukan pemukulan dan pelecehan rasial terhadap seorang produser musik berkulit hitam di Paris, ibu kota Prancis. Oleh Presiden Emmanuel Macron, insiden ini disebut "mempermalukan kita".

Video yang diunggah di situs Loopsider menunjukkan bagaimana produser musik Michel Zecler berulang kali dipukul oleh petugas polisi selama beberapa menit, dan menjadi sasaran pelecehan rasial saat ia mencoba memasuki studio musiknya akhir pekan lalu.

Tonton video 'Ilmuwan Nuklirnya Tewas, Iran Tuduh Israel Pembunuhnya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2