Jet Tempur Arab Saudi Gempur Yaman, Satu Orang Tewas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 28 Nov 2020 15:11 WIB
A flight of Florida Air National Guard F-15 Eagles of the 159th Fighter Squadron prepare to land at Wright-Patterson Air Force Base, Ohio, for safe haven from Hurricane Dorian in this August 30, 2019 handout photo.  R.J. Oriez/U.S. Air Force/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY.
ilustrasi jet tempur (Foto: R.J. Oriez/U.S. Air Force/Handout via REUTERS)
Jakarta -

Jet-jet tempur Arab Saudi dilaporkan melancarkan lusinan serangan udara di ibu kota Yaman, Sanaa, dan di tempat-tempat lainnya di negara itu. Seorang warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.

Menurut jaringan televisi Al-Masirah yang dikelola kelompok pemberontak Houthi, seperti dilansir Press TV, Sabtu (28/11/2020), empat orang juga terluka dalam serangan udara pada hari Jumat (27/11) yang terjadi di provinsi-provinsi Sanaa, al-Hudaydah, dan Amran.

Houthi mengatakan sebagian besar serangan udara telah menargetkan daerah pemukiman penduduk, termasuk distrik Attan, al-Hafaa, Aiban, dan al-Nahdayn di Sanaa.

Mohammed Abdul-Salam, kepala negosiator untuk gerakan Houthi, mengatakan dalam sebuah tweet bahwa serangan udara baru itu menunjukkan bahwa penting untuk melanjutkan serangan balasan terhadap Arab Saudi hingga agresi dan pengepungan yang dipimpin Saudi berakhir.

Arab Saudi dan sejumlah sekutunya melancarkan perang di Yaman sejak Maret 2015 untuk menekan pemberontakan Houthi yang telah menggulingkan rezim Yaman yang bersahabat dengan Riyadh. Mereka juga memberlakukan blokade di negara tersebut.

Proyek Lokasi Konflik Bersenjata dan Data Peristiwa (ACLED) yang berbasis di AS, sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba, memperkirakan bahwa perang Yaman telah merenggut lebih dari 100.000 nyawa selama lima tahun terakhir.

Perang juga telah menyebabkan kerusakan infrastruktur negara, menghancurkan rumah sakit, sekolah, dan pabrik.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan lebih dari 24 juta orang Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk 10 juta orang yang menderita kelaparan yang parah. Badan dunia itu juga menyebut situasi di Yaman sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Simak juga video 'PM Palestina Sedih AS-Israel Temui Putra Mahkota Arab Saudi':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)