Round-Up

Nominasi Calon Penerima Nobel Perdamaian Diisi Tokoh Penuh Kontroversi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 21:34 WIB
FILE PHOTO: U.S. President Donald Trump and Israels Prime Minister Benjamin Netanyahu hold up a proclamation recognizing Israels sovereignty over the Golan Heights as Netanyahu exits the White House from the West Wing in Washington, U.S. March 25, 2019. REUTERS/Leah Millis/File Photo
Foto: Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu masuk nominasi hadiah Nobel Perdamaian 2021 (REUTERS/Leah Millis/File Photo)
Jakarta -

Nominasi calon penerima hadiah Nobel Perdamaian 2021 diisi oleh para tokoh kontroversial. Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed al Nahyan dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masuk nominasi ini. Mereka dimasukkan ke dalam nominasi karena dianggap menjadi ujung tombak normalisasi hubungan antara UEA dan Israel.

Dilansir Al Arabiya, Kamis (26/11/2020) peraih Nobel Perdamaian 1998, Lord David Trimble, yang menang karena mempromosikan perdamaian di Irlandia Utara, menominasikan kedua pemimpin tersebut pada hari Selasa (24/11), kata kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan kepada Al Arabiya.

"Keputusannya untuk mengajukan pencalonan Perdana Menteri Netanyahu (dan Sheikh Mohammed bin Zayed) akan mengarahkan komite untuk membahas masalah tersebut," kata kantor Netanyahu.

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2021 akan diumumkan pada Oktober mendatang. UEA dan Israel pertama kali mengumumkan bahwa mereka akan menormalisasi hubungan pada 13 Agustus lalu.

Perjanjian damai, yang dikenal sebagai Abraham Accords, disahkan pada upacara penandatanganan trilateral dengan negara Bahrain di Gedung Putih pada bulan September.

Perjanjian ini kontroversial karena dianggap mengabaikan suara Palestina. Palestina juga mengecam perjanjian ini.

UEA dan Bahrain masing-masing adalah negara Arab ketiga dan keempat yang berdamai dengan Israel setelah Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.

Lebih dari satu bulan setelah upacara penandatanganan, Sudan mengumumkan akan mengikuti.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ada "negara lain yang mengantre" di Timur Tengah untuk berdamai dengan Israel. Trump, yang menjadi perantara Abraham Accords, juga telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian 2021.

Siap lagi yang masuk nominasi Nobel Perdamaian? Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2