Putra Mahkota UEA dan PM Israel Dinominasikan untuk Nobel Perdamaian

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 11:04 WIB
President Donald Trump, center, with from left, Bahrain Foreign Minister Khalid bin Ahmed Al Khalifa, Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu, Trump, and United Arab Emirates Foreign Minister Abdullah bin Zayed al-Nahyan, during the Abraham Accords signing ceremony on the South Lawn of the White House, Tuesday, Sept. 15, 2020, in Washington. (AP Photo/Alex Brandon)
Foto: Normalisasi hubungan antara Israel dan UEA yang ditengahi Trump (AP Photo/Alex Brandon)
Tel Aviv -

Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed al Nahyan dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah dinominasikan untuk mendapat Hadiah Nobel Perdamaian. Mereka dimasukkan ke dalam nominasi karena dianggap menjadi ujung tombak normalisasi hubungan antara UEA dan Israel.

Dilansir Al Arabiya, Kamis (26/11/2020) peraih Nobel Perdamaian 1998, Lord David Trimble, yang menang karena mempromosikan perdamaian di Irlandia Utara, menominasikan kedua pemimpin tersebut pada hari Selasa (24/11), kata kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan kepada Al Arabiya.

"Keputusannya untuk mengajukan pencalonan Perdana Menteri Netanyahu (dan Sheikh Mohammed bin Zayed) akan mengarahkan komite untuk membahas masalah tersebut," kata kantor Netanyahu.

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2021 akan diumumkan pada Oktober mendatang. UEA dan Israel pertama kali mengumumkan bahwa mereka akan menormalisasi hubungan pada 13 Agustus lalu.

Perjanjian damai, yang dikenal sebagai Abraham Accords, disahkan pada upacara penandatanganan trilateral dengan negara Bahrain di Gedung Putih pada bulan September.

UEA dan Bahrain masing-masing adalah negara Arab ketiga dan keempat yang berdamai dengan Israel setelah Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.

Lebih dari satu bulan setelah upacara penandatanganan, Sudan mengumumkan akan mengikuti.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ada "negara lain yang mengantre" di Timur Tengah untuk berdamai dengan Israel. Trump, yang menjadi perantara Abraham Accords, juga telah dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian 2021.

Selanjutnya
Halaman
1 2