Cegah Penularan Corona, Warga Tokyo Diminta Hindari Acara Tak Penting

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 17:28 WIB
A station passageway is crowded with commuters wearing face mask during a rush hour Tuesday, May 26, 2020, in Tokyo.  Japanese Prime Minister Shinzo Abe lifted a coronavirus state of emergency in Tokyo and four other remaining prefectures on Monday, May 25, ending the declaration that began nearly eight weeks ago.(AP Photo/Eugene Hoshiko)
Foto: Corona di Tokyo (AP/Eugene Hoshiko)
Tokyo -

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, akan mendesak penduduknya menghindari acara yang tidak penting di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Dia juga meminta bisnis yang menyajikan minuman beralkohol untuk tutup lebih awal karena negara itu tengah berjuang melawan rekor kasus virus Corona.

Dilansir AFP, Rabu (25/11/2020), Jepang sejauh ini melaporkan lebih dari 2.000 kematian dan 135.400 kasus Corona di wilayahnya, namun belum memberlakukan penguncian (lockdown) ketat seperti yang tampak di tempat lain.

Namun sekarang, Jepang sedang menghadapi gelombang ketiga, dengan melaporkan rekor jumlah infeksi harian secara nasional dalam beberapa hari terakhir.

Tak satu pun dari seruan terbaru sang gubernur akan memiliki mekanisme penegakan hukum. Bahkan keadaan darurat yang diumumkan pada musim semi selama lonjakan kasus tidak memberikan hukuman bagi mereka yang menentang seruan untuk tetap di rumah.

Tokyo telah menaikkan tingkat kewaspadaan virus Corona dan televisi nasional, NHK, mengatakan Gubernur Tokyo sekarang akan meminta penduduk untuk "menahan diri dari membuat acara yang tidak perlu dan tidak darurat".

Dia dijadwalkan memberikan konferensi pers pada Rabu (25/11) malam setelah pertemuan panel penasihat.

Media lokal lainnya juga melaporkan seruan yang diharapkan dari Koike. Dalam konferensi nanti, Koike juga akan meminta bisnis yang menyajikan alkohol tutup pada pukul 22.00 malam mulai dari hari Sabtu selama sekitar tiga minggu ke depan.

Selanjutnya
Halaman
1 2