Ke Parlemen Korsel, Bamsoet Minta Ada Perhatian ke WNI Penderita Corona

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 17:07 WIB
Bambang Soesatyo & Parlemen Korsel
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menemui perwakilan parlemen Korea. Dalam kesempatan tersebut, dia meminta pemerintah Korea untuk berikan perhatian khusus kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap di Korea Selatan.

Berdasarkan data Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), setidaknya ada lebih dari 37 ribu WNI yang tinggal di Korea Selatan, 1.400 di antaranya adalah pekerja dan mahasiswa di Kota Daegu, salah satu pusat penyebaran Virus Corona di Korea Selatan.

"Kementerian Luar Negeri Indonesia mencatat hingga awal November 2020 ini sudah ada 43 WNI di Korea Selatan yang terpapar COVID-19. Alhamdulilah, 41 diantaranya sudah sembuh dan 2 sudah mulai stabil. Sebagai sahabat, kita mendukung berbagai langkah pemerintah Korea Selatan dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di sana, dengan tak lupa memberikan perhatian khusus kepada para WNI yang terkena COVID-19," kata Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (25/11/2020).

Saat menerima Wakil Ketua Parlemen Korea Selatan Mrs. Kim Sanghee, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Bamsoet menilai dalam dekede terakhir hubungan dan kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Korea Selatan sudah meningkat tajam. Terlebih sejak penandatanganan Joint Declaration on Strategic Partnership to Promote Friendship and Cooperation in the 21st Century pada 4 Desember 2006 silam. Kemudian pada 9 November 2017, oleh kedua Kepala Negara kemitraan ini diperkuat menjadi Special Strategic Partnership.

"Indonesia dan Korea Selatan juga tergabung dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Melibatkan 10 negara ASEAN ditambah lima negara besar lainnya yakni Australia, New Zealand, China, Jepang dan Korea Selatan. Menjadikan RCEP sebagai kemitraan perdagangan terbesar dunia dengan total GDP USD 26 triliun dan melibatkan hampir sepertiga populasi warga bumi," jelas Ketua MPR RI ke-20 ini.


Ia lantas menambahkan bahwa Korea Selatan telah menjadi salah satu mitra dagang sekaligus negara asal investasi terbesar bagi Indonesia. Diketahui nilai perdagangan Indonesia dan Korea Selatan sejak Januari sampai dengan September 2020 telah mencapai USD 9.65 miliar.

"Investasi Korea Selatan di Indonesia pada tahun 2020 berjumlah USD 1,14 miliar yang tersebar di 2.412 proyek. Nilai tersebut turun dibandingkan tahun 2017 yang berjumlah USD 2,02 miliar yang tersebar di 3.274 proyek. Kami mendorong investasi Korea Selatan di Indonesia bisa kembali ditingkatkan. Apalagi saat ini sudah ada kemudahan perizinan melalui UU No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja," ujar Bamsoet.

Bamsoet juga mengungkapkan jika saat ini Indonesia dan Korea Selatan sudah memiliki kerja sama dalam beberapa proyek pengadaan Alat Utama Sistem Pertahanan atau Alutista. Di antaranya kapal selam, pesawat latih, kendaraan tempur serta pengembangan bersama pesawat tempur KF-X/IF-X.

"Kedua negara juga telah meresmikan Kapal Selam KRI Alugoro 405 di Surabaya pada 11 April 2019 hasil kolaborasi PT PAL dengan DSME sebagai kapal ketiga hasil kerja sama Joint Venture Kapal Selam Batch ke-1 RI-Korea Selatan. Kerjasama pertahanan antar kedua negara harus terus ditingkatkan, agar kedua negara bisa saling mengembangkan industri pertahanan," pungkas Bamsoet.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir pula para anggota Parlemen Korea Selatan, yakni Nam Insoon, Kwon Insook, Yang Kumhee, Min Byoungdug, Lee Yong, Kim Myungsin, Hwang Seungki, dan Lim Jeung. Tidak ketinggalan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang Beom.

(mul/mpr)