Menteri Israel Benarkan Pertemuan Netanyahu dan Putra Mahkota Saudi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 11:12 WIB
File - In this Sunday, Dec. 29, 2019 file photo, Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu attends the weekly cabinet meeting at his office in Jerusalem. Netanyahu said Monday that he would seek immunity from corruption charges, likely delaying any trial until after March elections, when he hopes to have a majority coalition that will shield him from prosecution. (Abir Sultan /Pool photo via AP, File)
Benjamin Netanyahu (Abir Sultan/Pool photo via AP, File)
Tel Aviv -

Seorang menteri Israel membenarkan bahwa Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu berkunjung ke Arab Saudi dan bertemu Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman. Ini menjadi konfirmasi pertama dari pejabat tinggi Israel terkait kunjungan yang dilakukan secara diam-diam ini.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (24/11/2020), kunjungan diam-diam itu awalnya dilaporkan oleh media lokal Israel yang menyebut Netanyahu terbang ke Neom, Saudi pada Minggu (22/11) waktu setempat untuk berbicara dengan Pangeran Mohammed bin Salman dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo.

Laporan soal pertemuan itu dibantah oleh Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud. "Saya bertemu Pompeo di bandara dan pergi bersamanya ke pertemuan. Saya kemudian mengantarnya kembali ke bandara. Para pejabat Saudi dan Amerika merupakan yang satu-satunya hadir," tegasnya.

Saudi diketahui sejak lama memperjuangkan isu Palestina dan menghindari kontak resmi dengan Israel.

Netanyahu memberikan jawaban secara hati-hati saat ditanya di depan umum soal kunjungan dan pertemuan diam-diam itu.

"Apakah Anda serius? Kawan, selama ini saya tidak pernah mengomentari hal-hal semacam itu dan saya tidak berniat untuk memulainya sekarang," jawab Netanyahu saat ditanya di sela-sela pertemuan dengan faksi partainya, Likud.

Simak juga video 'PM Palestina Sedih AS-Israel Temui Putra Mahkota Arab Saudi':

[Gambas:Video 20detik]



Juru bicara Pompeo menolak untuk berkomentar.

Selanjutnya
Halaman
1 2