Pejabat Militer AS Mendadak ke Taiwan, Berpotensi Bikin China Marah

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 23 Nov 2020 11:28 WIB
People walk amongst US national flags erected by students and staff from Pepperdine University to honor the victims of the September 11, 2001 attacks in New York, at their campus in Malibu, California on September 10, 2015. The students placed some 3,000 flags in the ground in tribute to the nearly 3,000 victims lost in the attacks almost 14 years ago.      AFP PHOTO / MARK RALSTON / AFP / MARK RALSTON
Ilustrasi (dok. AFP PHOTO/MARK RALSTON)

Pemerintahan Presiden Donald Trump meningkatkan dukungan untuk Taiwan beberapa waktu terakhir, termasuk dengan menyepakati penjualan persenjataan baru, yang semakin membuat China waspada.

Tidak diketahui secara jelas apakah kunjungan Studeman akan dipandang sebagai eskalasi ketegangan oleh otoritas China. Namun diketahui bahwa dia menjadi salah satu pejabat militer AS dengan pangkat paling tinggi yang diketahui mengunjungi Taiwan dalam beberapa tahun terakhir.

AS, sama seperti kebanyakan negara lainnya, tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Namun diketahui bahwa AS menjadi salah satu pendukung internasional paling penting dan menjadi penyuplai persenjataan bagi Taiwan.

Perdana Menteri Taiwan, Su Tseng-chang, menuturkan pekan lalu bahwa Kepala Badan Perlindungan Lingkungan AS, Andrew Wheeler, yang jabatannya setara menteri, akan datang mengunjungi Taiwan. Laporan media-media AS menyebut kunjungan Wheeler akan dilakukan kemungkinan bulan depan.

Halaman

(nvc/ita)