Round-Up

Setelah Konstitusi Kini Warga Chile Minta Presiden Diganti

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 22:09 WIB
Ratusan orang melakukan aksi protes di Santiago, ibu kota Chile, pada Rabu (18/11) untuk menuntut pengunduran diri Presiden Sebastian Pinera. Tuntutan itu muncul atas praktik penindasan polisi terhadap aksi protes soal masalah sosial di negara itu.
Foto: Demonstran tuntut presiden mundur (AP/Esteban Felix)
Santiago -

Ratusan orang di Chile meminta agar Presiden Sebastian Pinera diganti. Tuntutan itu muncul usai konstitusi pemerintahan otoriter dari mendiang Presiden Augusto Pinochet diakhiri.

Ratusan orang melakukan aksi protes di Santiago, ibu kota Chile, pada Rabu (18/11) untuk menuntut pengunduran diri Presiden Sebastian Pinera.

Dilansir AFP, Kamis (19/11/2020), polisi menembakkan gas air mata dan water cannon untuk mencegah sekitar 500 pengunjuk rasa yang mendekati Istana Kepresidenan Moneda.

Para demonstran memblokir jalan raya utama ibu kota di dekat istana selama sekitar dua jam. Aksi itu membuat warga yang sedang beraktivitas turut terkena dampak gas air mata.

Pinera memang selalu diminta mundur dari awal karena semua yang terjadi dalam ledakan sosial, seperti pelanggaran HAM yang sistematis, katanya.

"Ada korban tewas, sejumlah orang mengalami trauma mata, dan tidak ada yang bertanggung jawab! Komando tinggi tidak pernah ke pengadilan atau penjara," katanya.

Menteri Dalam Negeri Victor Perez mengundurkan diri awal bulan ini setelah Kongres menyetujui dakwaan konstitusional terhadap dia atas penanganan polisi atas aksi protes, setelah secara luas dikutuk oleh organisasi hak asasi manusia.

Protes itu terjadi tiga minggu setelah Chile memberikan suara terbanyak dalam referendum untuk menggantikan konstitusi yang diwarisi dari kediktatoran Augusto Pinochet 1973-1990, yang bertanggung jawab atas ketidaksetaraan yang mencolok di negara Amerika Selatan itu.

Apa yang dilakukan usai konstitusi diganti? Silakan klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2