Round-Up

Kala Konstitusi 'Diktator' Chile Bukan Harga Mati

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 22:41 WIB
Chile mengganti konstitusi negaranya (AFP Photo)
Foto: Chile mengganti konstitusi negaranya (AFP Photo)
Santiago De Chile -

Konstitusi negara bagi warga Chile bukan sebuah 'harga mati'. Rakyat Chile baru saja mengakhiri dengan gembira penerapan konstitusi era pemerintahan otoriter dari mendiang Presiden Augusto Pinochet.

Dilansir AFP, Selasa (27/10/2020), rakyat negara Amerika Selatan itu memberikan dukungan mayoritas dalam referendum yang digelar Minggu (25/10) waktu setempat, untuk mengakhiri penerapan konstitusi yang menjadi sisa-sisa terakhir dari kediktatoran brutal Jenderal Augusto Pinochet.

Hasilnya memicu perayaan besar-besaran oleh warga Chile yang bersorak gembira menyanyikan "Adios General".

"Saya sangat senang merasa bahwa orang-orang akhirnya membuat suaranya didengar," kata sekretaris Carolina Martinez yang berusia 58 tahun saat dia berjalan menuju tempat kerja Senin (26/10) di Santiago.

Hasil utama dari referendum ini adalah bahwa negara sekarang cenderung memainkan peran yang lebih besar dalam ekonomi, mengurangi ketimpangan dan menyediakan belanja kesejahteraan sosial yang lebih besar untuk kesehatan, pendidikan, perumahan publik dan pensiun.

Namun, "jalan di depan penuh dengan ketidakpastian dan menulis ulang konstitusi akan menjadi proses yang kompleks," kata Capital Economics dalam sebuah catatan.