Presiden Baru Peru Dilantik, Diminta Bereskan Krisis Politik

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 11:15 WIB
Presiden sementara Peru yang baru diangkat Francisco Sagasti didekati oleh atase militer setibanya di gedung Kongres di Lima pada 17 November 2020, untuk upacara pelantikannya. (Luka GONZALES AFP)
Foto: Presiden sementara Peru yang baru diangkat Francisco Sagasti didekati oleh atase militer setibanya di gedung Kongres di Lima pada 17 November 2020, untuk upacara pelantikannya. (Luka GONZALES AFP)
Lima -

Presiden Peru yang baru, Francisco Sagasti, telah dilantik pada hari Selasa (17/11) di sesi khusus Kongres. Presiden berusia 76 tahun itu ditugaskan untuk menyelesaikan krisis politik yang telah melumpuhkan negara Amerika Selatan itu.

Dilansir AFP, Rabu (18/11/2020) Sagasti yang berasal dari partai sentris Morado, akan menjabat sebagai presiden sementara hingga akhir Juli 2021. Dia akan menyelesaikan mandat Martin Vizcarra, yang pemakzulannya oleh Kongres Senin (10/11) lalu memicu krisis bak bola salju.

Pendahulunya, mantan ketua Kongres Manuel Merino, dipaksa mengundurkan diri pada hari Minggu (11/11) setelah aksi demonstrasi berhari-hari memuncak dengan kematian dua orang.

Dalam pelantikannya, Sagasti meminta "pengampunan atas nama negara" dari keluarga dua demonstran muda yang tewas pada hari Sabtu (14/11), tampaknya di tangan polisi.

"Kami tidak bisa menghidupkan kembali orang-orang muda ini," katanya dalam pidatonya di depan Kongres.

Sementara itu, para demonstran juga menyerukan protesnya. "Kami semua, kaum muda, merasa bahwa kami telah membuat pencapaian kecil, tetapi itu tidak cukup," kata Geraldine Aldave, seorang perancang busana berusia 22 tahun yang ikut dalam protes yang menyerukan pemecatan Merino.

"Presiden ini harus melakukan sesuatu untuk menjaga demokrasi, tapi mulai April, dari pemilu, terserah kita," cetusnya.

Sementara itu, Analis politik Augusto Alvarez Rodrich mengatakan pengelolaan "pandemi virus Corona, pemulihan ekonomi dan pelaksanaan pemilihan umum 11 April secara transparan" adalah prioritas yang dihadapi presiden baru.

Beberapa anggota parlemen mempertanyakan pemakzulan Vizcarra di tengah pandemi virus Corona dan resesi yang melumpuhkan. Namun menurut Rodrich, Sagasti akan membawa "momen stabilitas politik dan ekonomi" bagi negara.

Apa tugas presiden baru Peru ke depannya? Silakan klik halaman selanjutnya.