Round-Up

Klaim Tanpa Bukti ISIS di Balik Ledakan Bom di Saudi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2020 04:02 WIB
Turki Deportasi Dua Perempuan Pendukung ISIS dan Empat Anaknya ke Jerman
Foto: Ilustrasi bendera ISIS (DW News)
Jeddah -

Kelompok ISIS mengklaim telah bertanggung jawab atas serangan bom di di pemakaman non-Muslim di kota Jeddah, Arab Saudi. Namun, ISIS tak melampirkan bukti apa pun untuk mendukung klaimnya itu.

Dilansir Reuters, Jumat (13/11/2020) dalam pernyataan yang dikeluarkan melalui saluran resminya di Telegram, kelompok itu mengatakan bahwa "tentaranya" telah berhasil menyembunyikan bom rakitan di pemakaman pada hari Rabu (11/11) yang kemudian meledak setelah beberapa "konsul negara-negara Perang Salib" berkumpul di sana.

Ledakan bom itu terjadi selama upacara peringatan berakhirnya Perang Dunia Pertama yang melibatkan kedutaan-kedutaan asing. Ini merupakan serangan pertama dengan bahan peledak dalam beberapa tahun untuk mencoba menyerang orang-orang asing di kerajaan Saudi.

Dalam pernyataannya, ISIS mengatakan bahwa target utama mereka adalah Konsul Jenderal Prancis, yang menghadiri upacara tersebut, sebagai respons atas pernyataan pemerintah Prancis mengenai publikasi kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Bagaimana respons Prancis yang perwakilannya turut hadir dalam acara itu? Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2