Audit Pasca-Pilpres AS Tak Temukan Bukti Kecurangan di Arizona

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 14:33 WIB
Pilpres AS: Apa yang dimaksud dengan electoral college?
Ilustrasi (BBC World)

Sebelumnya pada Kamis (12/11) waktu setempat, Trump memposting pernyataan via Twitter yang mengklaim dirinya akan menang mudah di Arizona setelah audit dilakukan.

"Lebih dari 200.000 suara menjadi kurang dari 10.000 suara. Jika kita bisa mengaudit total perolehan suara, kita akan menang mudah di Arizona!" cuit Trump, yang mengutip data tidak akurat.

Di bawah aturan hukum negara bagian, dewan audit bipartisan secara rutin melakukan audit penghitungan secara manual atau dengan tangan terhadap surat suara awal dan surat suara saat pemungutan langsung pada Hari Pemilu 3 November di seluruh 15 distrik yang ada di Arizona.

Audit ini, yang dimulai dalam waktu 24 jam setelah pemungutan suara diakhiri, harus menyertakan lima pertarungan, termasuk pilpres. Berdasarkan aturan yang berlaku, proses audit harus menghitung surat suara reguler pada Hari Pemilu 3 November dari setidaknya dua distrik atau 2 persen distrik, yang lebih besar. Distrik yang diaudit dipilih secara acak melalui undian.

Tiga distrik di Arizona yang condong ke Partai Republik -- Yuma County, Gila County dan La Paz County -- tidak melakukan audit karena Ketua Partai Republik cabang lokal tidak menunjuk anggotanya untuk berpartisipasi. Hal ini mengejutkan karena Trump berulang kali melontarkan tuduhan tak berdasar yang menuduh pemantau pemilu dari Partai Republik diabaikan.


(nvc/ita)